artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Anggaran BRIDA Surabaya Naik Jadi Rp23 Miliar, Achmad Nurdjayanto Dorong Riset Berdampak Nyata

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Politisi Muda Golkar Surabaya Achmad Nurdjayanto (doc.sdq)
Politisi Muda Golkar Surabaya Achmad Nurdjayanto (doc.sdq)

SURABAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mendorong Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya agar lebih fokus menghasilkan riset dan inovasi yang menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. 

Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah penanganan banjir serta efektivitas penggunaan anggaran pembangunan dan pemeliharaan drainase.

Dorongan tersebut disampaikan Achmad dalam pembahasan APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027. Ia berharap BRIDA tidak sekadar menjalankan penelitian yang belum menjadi prioritas pemerintah kota, tetapi mampu memberikan rekomendasi berbasis riset untuk mendukung penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran.

Achmad Menyarankan, BRIDA harus menjadi motor penggerak inovasi daerah, terutama dalam memberikan masukan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk merumuskan program prioritas yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, BRIDA menjadi motor penggerak inovasi riset daerah, khususnya dalam memberikan masukan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk menyusun program-program prioritas. Permasalahan sosial di masyarakat harus bisa dijawab melalui inovasi dan riset yang dihasilkan,” tuturnya pada warta Artik.id Senin (27/10).

Ia mencontohkan, riset mengenai potensi cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap Kota Surabaya perlu menjadi perhatian. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah merumuskan langkah antisipasi serta strategi penanganan banjir yang lebih efektif.

Achmad juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah kota untuk pembangunan infrastruktur, terutama drainase dan penanggulangan banjir. Karena itu, ia menilai diperlukan kajian mendalam untuk mengukur efektivitas dan produktivitas penggunaan anggaran tersebut.

Menurut dia, anggaran pembangunan drainase yang mencapai nilai besar, bahkan menyerap hingga triliunan rupiah dari pajak masyarakat, harus diimbangi dengan hasil yang nyata bagi warga.

“BRIDA kami harapkan dapat melakukan riset mengenai efektivitas dan produktivitas anggaran pembangunan drainase. Anggaran yang cukup besar ini harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjawab persoalan banjir di Kota Surabaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil riset BRIDA juga diharapkan dapat menghasilkan inovasi teknologi maupun peralatan yang membantu organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam melakukan normalisasi dan pemeliharaan jaringan drainase yang telah dibangun menggunakan anggaran publik.

Dengan demikian, riset yang dilakukan tidak berhenti pada laporan atau dokumen akademis, melainkan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Harapannya, hasil riset BRIDA dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam menjawab isu-isu strategis. Termasuk bagaimana menghadirkan inovasi yang membantu dinas terkait melakukan normalisasi dan pemeliharaan jaringan drainase,” imbuhnya.

Selain menyoroti arah riset, Achmad juga menyinggung kenaikan anggaran BRIDA dalam pembahasan APBD. Ia menyebut anggaran lembaga tersebut yang sebelumnya sekitar Rp8 miliar pada 2024 meningkat menjadi sekitar Rp23 miliar.

Bagi dia,kenaikan anggaran tersebut perlu diikuti peningkatan kualitas dan manfaat hasil penelitian yang dihasilkan BRIDA bagi masyarakat.

Ia berharap tambahan alokasi anggaran dapat mendorong BRIDA menghasilkan riset yang lebih aplikatif, inovatif, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan Kota Surabaya.

“Dengan kenaikan anggaran ini, harapan kami ada efek positif yang sejalan dengan besarnya anggaran yang ditetapkan Pemkot Surabaya. Keberhasilan BRIDA tidak semata-mata diukur dari jumlah penelitian yang dilakukan, tetapi juga dari sejauh mana hasil riset tersebut dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Surabaya.,”pungkasnya.(rda)

Editor :