SURABAYA – Antusiasme masyarakat untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kota Surabaya terus meningkat. Menyikapi bertambahnya jumlah pendaftar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Surabaya menggelar kopi darat (kopdar) secara bertahap dengan melibatkan sekitar 250 anggota baru dalam setiap pertemuan di hotel Kyrie yang sekaligus menjadi kantor DPD PSI Surabaya.
Ketua DPD PSI Surabaya, Mama Evi, mengatakan, pelaksanaan kopdar disesuaikan dengan jumlah anggota baru yang terkumpul. Dengan pola tersebut, pengurus berharap dapat memberikan ruang pertemuan yang lebih terarah di tengah meningkatnya jumlah pendaftar.
“Ketika sudah terkumpul 250 orang, kita adakan kopdar lagi. Jadi, tidak dibatasi bulan atau hari. Kegiatan ini memang khusus untuk anggota baru supaya mereka semangat dan saling mengenal,” ujar Mama Evi pada warta artik.id Minggu (26/10).
Baginya, tujuan kopdar bukan semata-mata mendorong anggota terlibat aktif dalam kegiatan partai. PSI juga memberikan ruang bagi masyarakat yang ingin menjadi simpatisan tanpa harus mengikuti seluruh aktivitas organisasi.
Mama Evi menegaskan, PSI terbuka bagi berbagai kalangan, baik anak muda maupun masyarakat yang lebih senior. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung sesuai dengan minat dan kesediaannya berpartisipasi.
“Yang mau aktif, kita rangkul. Kalau ada yang hanya menjadi simpatisan, itu juga tidak masalah. PSI bisa menerima semuanya,” katanya.
Mama Evi mengungkapkan, jumlah pendaftar baru PSI Surabaya saat ini mencapai sekitar 35 hingga 40 orang setiap hari. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pengurus memilih menggelar kopdar secara bertahap agar seluruh anggota baru dapat terakomodasi.
Ia menjelaskan, penguatan keanggotaan juga berjalan beriringan dengan upaya memperluas struktur organisasi. Dengan wilayah Surabaya yang terdiri atas 31 kecamatan dan 153 kelurahan, pengurus memiliki pekerjaan untuk memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat lingkungan masyarakat.
Meski demikian, Mama Evi menekankan bahwa pertumbuhan jumlah anggota harus diikuti dengan semangat untuk bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Terkait kemungkinan peningkatan keanggotaan menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029, ia memilih tidak terburu-buru mengaitkan kegiatan tersebut dengan target elektoral.
Baginya, politik tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan suara atau kursi legislatif. Lebih dari itu, keberadaan partai harus mampu menghadirkan kerja nyata dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Saya lebih berpikir bagaimana asas manfaatnya, bagaimana kita bekerja dan berprestasi, serta bagaimana kita punya hati untuk masyarakat. Selanjutnya, masyarakat yang akan menilai,” ungkapnya.
Mama Evi juga menyampaikan kesiapan PSI Surabaya menyambut rencana kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Surabaya pada November mendatang dalam agenda partai. Pihaknya ingin memfasilitasi masyarakat yang ingin hadir dan meramaikan kegiatan peringatan ulang tahun PSI.
Sementara itu, Sekretaris DPD PSI Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menilai meningkatnya jumlah pendaftar sebagai perkembangan positif yang harus diimbangi dengan kesiapan organisasi.
Kopdar bertahap diperlukan untuk menyatukan visi anggota baru sekaligus membangun komunikasi antara anggota dan pengurus.
“Dengan jumlah pendaftar yang meningkat, kita memang harus mengumpulkan teman-teman supaya memiliki satu visi. Karena jumlahnya besar, pertemuan kita lakukan bertahap, sekitar 250 orang dalam setiap kopdar,” jelas Yuga.
Yuga mengaku terharu melihat perubahan antusiasme masyarakat terhadap PSI. Bergabung sejak 2017, ia merasakan perbedaan dibandingkan masa awal partai tersebut, ketika mengumpulkan anggota untuk menghadiri kegiatan bersama bukanlah perkara mudah.
“Dulu, mengundang anggota seperti ini tidak mudah. Sekarang orang berbondong-bondong datang ke kantor kami. Ini luar biasa sekaligus menjadi tanggung jawab bagi kami untuk mengelola dan merangkul mereka,” tuturnya.
Ia menegaskan, PSI Surabaya saat ini belum menetapkan target khusus perolehan kursi untuk pemilu mendatang. Fokus utama pengurus adalah memperkuat soliditas internal dan melengkapi struktur organisasi sesuai arahan pimpinan partai.
Penguatan tersebut diupayakan menjangkau hingga tingkat rukun warga (RW), sehingga keberadaan organisasi semakin dekat dengan masyarakat.
“Pemilu masih jauh. Yang penting sekarang kita bekerja dan memperkuat barisan. Instruksi pimpinan jelas, struktur organisasi harus kita penuhi. Kita ingin memperluas penguatan organisasi sampai tingkat RW,” katanya.
Yuga menambahkan, PSI Surabaya berkomitmen membuka pintu bagi berbagai elemen masyarakat yang ingin bergabung. Bertambahnya anggota baru diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun kedekatan dengan warga Surabaya.
"Bagi PSI Surabaya, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga tingginya minat masyarakat untuk bergabung, melainkan juga memastikan antusiasme dapat dikelola menjadi kekuatan organisasi yang solid dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat,"pungkasnya.(rda)
Editor : rudi