JOMBANG - Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang mulai bersiap menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan mempertemukan ratusan kepengurusan dari berbagai wilayah Indonesia, bahkan sejumlah cabang istimewa NU di luar negeri.
Suasana kota santri itu pun perlahan berubah menjelang akhir Agustus 2026, ketika persiapan tidak hanya berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai salah satu pusat kegiatan, tetapi juga merambah ke rumah-rumah warga yang mulai disewa para muktamirin dari berbagai daerah.
Sebelum arus peserta menuju Jombang semakin deras, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah lebih dahulu menetapkan daftar peserta yang berhak mengikuti forum tertinggi organisasi tersebut.
Sebanyak 556 kepengurusan wilayah dan cabang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak menjadi peserta Muktamar ke-35 NU.
Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengatakan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
"Sudah diputuskan 556 cabang dan wilayah yang berhak mengikuti Muktamar Ke-35 NU, dan ada potensi bertambah lagi, maksimal lima," ujar Amin, Minggu (23/8/2026).
Ratusan kepengurusan itu berasal dari berbagai daerah, mulai Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Jejaring NU juga melampaui batas Indonesia melalui sejumlah cabang istimewa yang berada di berbagai negara.
Setiap kepengurusan yang masuk dalam daftar peserta telah melewati proses verifikasi administrasi sebagai dasar untuk mengikuti dan mengambil bagian dalam agenda-agenda Muktamar ke-35 NU.
Dengan semakin jelasnya jumlah peserta, perhatian berikutnya tertuju pada kesiapan Jombang sebagai tuan rumah, termasuk pengamanan di titik-titik yang akan menjadi pusat aktivitas dan persidangan.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sekaligus Ketua Panitia Lokal (Panlok) Muktamar ke-35 NU KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq menegaskan, Panlok akan memegang kendali pengamanan pada kawasan inti.
Menurut Gus Rozaq, sejak awal dirinya memilih berada di luar kepentingan kontestasi yang berkembang menjelang muktamar.
"Saya dari awal sudah menyampaikan bahwa saya netral," kata Gus Rozaq.
Ia menegaskan tugas Panitia Lokal adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, terutama saat muktamar memasuki tahapan-tahapan penting seperti registrasi, pembahasan tata tertib, agenda organisasi, hingga sidang pleno.
"Semua pengamanan adalah dari panitia lokal," tegasnya.
Pengamanan khusus akan diterapkan di Ring 1, terutama ketika sidang pleno berlangsung dan forum memasuki agenda-agenda strategis.
Gus Rozaq memastikan personel yang bertugas di kawasan tersebut berasal dari unsur keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan Panitia Lokal.
"Panitia lokal yang akan mengambil keamanan di Ring 1 dan ketika nanti pleno, itu harus dari keamanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum atau panitia lokal," ujarnya.
Penegasan pengamanan itu muncul di tengah perhatian terhadap kemungkinan dinamika persidangan, termasuk kekhawatiran terjadinya kebuntuan atau deadlock seperti yang pernah menjadi catatan dalam Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015.
Karena itu, Panitia Lokal berharap seluruh peserta dapat menjaga suasana persidangan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi gangguan terhadap jalannya forum.
Gus Rozaq juga mengimbau para muktamirin tetap menjunjung adab, etika, dan tata krama selama berada di lingkungan pesantren.
Menurut dia, perbedaan pilihan dan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi sebesar NU, tetapi seluruh peserta diharapkan tetap menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Muktamar, kata dia, harus menjadi ruang musyawarah untuk mencari jalan keluar dan menentukan arah organisasi ke depan.
Di luar dinamika persidangan, penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU juga mulai menggerakkan perekonomian warga di sekitar lokasi kegiatan.
Tidak hanya hotel dan penginapan yang bersiap menerima tamu, sejumlah rumah warga di Jombang mulai disewa untuk menjadi tempat tinggal sementara bagi para muktamirin.
Fenomena tersebut menjadi bagian dari dampak ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat menjelang pelaksanaan muktamar.
Dengan ratusan kepengurusan telah masuk dalam daftar peserta dan persiapan pengamanan terus dimatangkan, Jombang kini bersiap menjadi pusat perhatian warga NU.
Panitia Lokal pun memastikan pengamanan pada kawasan Ring 1 akan berada di bawah kendali mereka, dengan harapan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga marwah organisasi.
Editor : Mohammad