artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Yuga Pratisabda Soroti RHU Usai Dugaan Pengemudi Mabuk Telan Korban di Surabaya

avatar rudi
  • URL berhasil dicopy
Politisi Muda PSI Surabaya Yuga Pratisabda Widyawasta (doc.rudy)
Politisi Muda PSI Surabaya Yuga Pratisabda Widyawasta (doc.rudy)

SURABAYA – Kecelakaan lalu lintas yang diduga melibatkan seorang pengemudi wanita dalam kondisi mabuk hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia yang terjadi Minggu dini hari (23/08) didepan gedung Grahadi surabaya menuai sorotan.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai pengawasan terhadap Pengunjung Rumah Hiburan Umum (RHU) di Surabaya yang meninggalkan tempat hiburan dalam kondisi diduga mabuk.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, meminta aparat dan Pemerintah Kota Surabaya mengusut tuntas peristiwa ini, termasuk menelusuri asal pengemudi sebelum kecelakaan terjadi.

Menurut Yuga, apabila pengemudi memang baru keluar dari salah satu RHU dalam kondisi mabuk berat, maka persoalannya tidak berhenti pada pengemudi. Pengelola tempat hiburan juga perlu dimintai keterangan terkait mekanisme pengawasan dan tanggung jawab terhadap pengunjung yang diduga mengonsumsi minuman beralkohol.

“Ini harus diusut tuntas. Jangan hanya pengemudinya yang diperiksa. Kalau memang terbukti pengemudi keluar dari RHU dalam kondisi mabuk berat, harus ditelusuri bagaimana pengawasan dari tempat hiburan tersebut,” tegas Yoga pada Warta Artik.id Senin (24/08).

Ia menilai kejadian tersebut menjadi peringatan keras bahwa pengawasan terhadap aktivitas RHU tidak boleh hanya berorientasi pada operasional tempat usaha. Keselamatan masyarakat di ruang publik juga harus menjadi perhatian.

Yuga mendorong Pemkot Surabaya bersama aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan terhadap RHU yang diduga menjadi tempat pengemudi mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kecelakaan.

“Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang. Kalau ada kelalaian atau pelanggaran, harus ada tindakan tegas sesuai aturan. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Politisi Muda PSI Surabaya itu juga, meminta adanya evaluasi terhadap mekanisme pengawasan RHU, terutama terkait pengunjung yang mengonsumsi alkohol dan kemudian berpotensi mengemudikan kendaraan.

Menurutnya, pengelola RHU seharusnya memiliki langkah pencegahan agar pengunjung yang berada dalam kondisi mabuk tidak langsung membawa kendaraan sendiri. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kecelakaan yang dapat merenggut nyawa pengguna jalan lainnya.

“Nyawa masyarakat jangan dipertaruhkan. Kalau seseorang sudah dalam kondisi mabuk berat, jangan dibiarkan pulang mengemudikan kendaraan sendiri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” kata Yoga.

Yuga menegaskan DPRD Surabaya akan mendorong agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dan tidak berhenti sebatas penanganan kasus kecelakaan.

“Usut tuntas dari hulu sampai hilir. Siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pengawasannya, dan apakah ada kelalaian dari pihak RHU, semuanya harus jelas,” pungkasnya.(rda)

Editor :