Jakarta – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan pentingnya membangun sistem kaderisasi yang terstruktur di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut Gus Yahya, NU selama ini memiliki banyak kader istimewa. Namun, sebagian besar lahir dari pengalaman dan tempaan hidup yang tidak selalu berasal dari proses kaderisasi yang dirancang secara sistematis.
“Selama ini NU dikaruniai kader-kader yang memang istimewa. Tapi mereka terbentuk bukan karena proses yang disengaja,” kata Gus Yahya.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar NU seperti KH Hasyim Muzadi dan KH Idham Chalid. Gus Yahya menilai NU tidak boleh hanya berharap setiap generasi akan selalu melahirkan sosok dengan kemampuan luar biasa.
“Kalau kita terus mengandalkan yang kebetulan istimewa, suatu hari bisa saja NU tidak punya siapa-siapa yang siap bertarung,” ujarnya.
Karena itu, menurut Gus Yahya, kaderisasi perlu membekali generasi muda NU tidak hanya dengan pengetahuan, tetapi juga pemahaman mengenai dinamika dan tantangan yang akan mereka hadapi.
Di sisi lain, ia mengingatkan kader muda agar tetap kritis terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai dan tradisi yang diwariskan para pendiri NU atau muassis.
“Kalau kita ber-NU, harus ikut mazhabnya muassis. Tidak boleh bikin mazhab sendiri,” tegasnya.
Gus Yahya menilai prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan arah perjuangan NU di tengah perubahan zaman.
Editor : Mohammad