SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan penjelasan terkait hasil MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow.
Meski demikian, regulator menegaskan mayoritas indikator aksesibilitas pasar modal Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa hasil review MSCI tahun ini menunjukkan hanya satu dari 18 kriteria penilaian yang mengalami perubahan.
Indonesia juga tetap mempertahankan status sebagai Emerging Market dalam klasifikasi MSCI.
Menurut Hasan, dari lima segmen penilaian Market Accessibility yang mencakup 18 kriteria, sebanyak 10 kriteria memperoleh nilai "++" atau kategori tertinggi. Penilaian tersebut menunjukkan Indonesia telah memenuhi praktik terbaik global dan tidak memiliki isu material yang signifikan.
Sementara itu, enam kriteria memperoleh nilai "+" dan dua kriteria mendapat nilai "-", yakni pada aspek Information Flow serta Foreign Exchange Market Liberalization Level. Adapun perubahan penilaian dalam review tahun ini hanya terjadi pada aspek Information Flow.
Menanggapi catatan MSCI terkait transparansi pasar, OJK mengungkapkan berbagai reformasi yang telah dan sedang dijalankan bersama pelaku infrastruktur pasar modal nasional.
Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas data kepemilikan saham, penguatan keterbukaan informasi kepada investor, pengembangan kerangka pelaporan beneficial ownership, peningkatan kapasitas surveillance dan pengawasan perdagangan, hingga penyempurnaan regulasi yang mendukung transparansi serta perlindungan investor.
Hasan menilai masukan MSCI terkait Information Flow sejalan dengan agenda reformasi pasar modal yang saat ini dijalankan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Selain itu, OJK mencatat sejumlah perbaikan yang dilakukan Indonesia juga telah memperoleh pengakuan dari penyedia indeks global lainnya. Tidak hanya MSCI, berbagai kebijakan yang diterapkan regulator juga mendapat perhatian positif dari FTSE Russell serta investor institusi internasional.
MSCI Akui Perbaikan Aksesibilitas Pasar Indonesia
Dalam penjelasannya, OJK menyebut MSCI tetap mengakui sejumlah kemajuan yang telah dicapai Indonesia, termasuk berkurangnya catatan terkait liberalisasi pasar valuta asing atau Foreign Exchange Market Liberalization Level.
Meski aspek tersebut masih dinilai memerlukan penyempurnaan lebih lanjut, pengurangan catatan dari MSCI dinilai menjadi indikator bahwa reformasi yang dilakukan pemerintah dan regulator mulai menunjukkan hasil.
OJK juga menegaskan bahwa beberapa kebijakan yang diterapkan Indonesia kini mulai digunakan sebagai salah satu variabel dalam penentuan konstituen indeks global maupun kebijakan investasi investor internasional.
Kondisi tersebut dinilai penting karena menunjukkan meningkatnya perhatian investor global terhadap kualitas tata kelola dan transparansi pasar modal Indonesia.
OJK Optimistis Daya Saing Pasar Modal Indonesia Meningkat
Hasan mengatakan penguatan transparansi, integritas pasar, dan kualitas informasi merupakan proses yang berkelanjutan. Oleh karena itu, hasil review MSCI akan menjadi salah satu referensi penting dalam menentukan prioritas pengembangan pasar modal nasional ke depan.
"OJK memandang masukan MSCI sebagai bagian dari proses perbaikan yang konstruktif. Dengan konsistensi reformasi yang sedang berjalan, kami optimistis kualitas dan daya saing pasar modal Indonesia akan terus menguat ke depan," ujar Hasan dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2026).
OJK menambahkan bahwa mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia masih memperoleh penilaian positif. Karena itu, regulator akan terus memperkuat dialog dan komunikasi dengan MSCI, FTSE Russell, serta investor global agar reformasi yang telah dilakukan dapat dipahami secara lebih komprehensif oleh komunitas investasi internasional.
Ke depan, penguatan transparansi pasar modal Indonesia dan peningkatan kualitas Information Flow akan menjadi bagian penting dari agenda reformasi OJK guna meningkatkan daya saing dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. (diy)
Editor : fuday