artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Jejak Bung Karno di Surabaya dalam Pameran "Aku Arek Suroboyo" Telisik Sejarah Sang Proklamator

avatar fuday
  • URL berhasil dicopy
Pameran bertajuk "Aku Arek Suroboyo" mengangkat kembali jejak sejarah Soekarno di Kota Pahlawan, ARTIK.id/sam
Pameran bertajuk "Aku Arek Suroboyo" mengangkat kembali jejak sejarah Soekarno di Kota Pahlawan, ARTIK.id/sam

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menggelar pameran bertajuk "Aku Arek Suroboyo" untuk mengangkat kembali jejak sejarah Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di Kota Pahlawan. Pameran yang berlangsung pada 6–19 Juni 2026 di Basement Alun-Alun Surabaya itu menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno dan terbuka bagi masyarakat umum.

Melalui pameran tersebut, pengunjung diajak menelusuri perjalanan hidup Bung Karno yang memiliki keterkaitan erat dengan Kota Surabaya. Beragam foto bersejarah, arsip, kegiatan edukasi publik, pemutaran film, hingga peluncuran buku disiapkan untuk memperkenalkan sisi lain kehidupan sang proklamator yang tumbuh dan ditempa di kota ini.

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma'munah, mengatakan pameran tersebut dirancang untuk menghadirkan kembali kisah Bung Karno dari perspektif yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, banyak fase penting dalam perjalanan hidup Soekarno yang tidak dapat dipisahkan dari Surabaya. Kota ini menjadi tempat yang berperan besar dalam membentuk karakter, pemikiran, dan semangat perjuangannya sebelum menjadi pemimpin bangsa.

"Melalui pameran ini kami ingin mengajak masyarakat mengenal lebih dekat sosok Soekarno sebagai Arek Suroboyo. Banyak perjalanan penting dalam kehidupan beliau yang memiliki keterkaitan dengan Kota Pahlawan dan menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa," ujar Saida, Sabtu (6/6/2026).

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan berkembang di Surabaya. Identitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Selama pameran berlangsung, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi foto dan arsip yang berasal dari sejumlah museum milik Pemkot Surabaya, di antaranya Museum 10 November, Museum Dr. Soetomo, serta Rumah Kelahiran Bung Karno.

Koleksi yang dipamerkan menampilkan berbagai fase kehidupan Soekarno, mulai dari masa muda hingga kiprahnya sebagai tokoh nasional dan pemimpin bangsa.

Tidak hanya menghadirkan pameran, Pemkot Surabaya juga meluncurkan buku yang secara khusus membahas perjalanan serta jejak Bung Karno di Surabaya. Buku tersebut disusun melalui kerja sama dengan Universitas Airlangga (Unair) yang melibatkan akademisi dan peneliti dalam proses riset serta penyusunan naskah.

"Kami berkolaborasi dengan akademisi dan praktisi untuk menyusun buku ini. Harapannya, publik mendapatkan referensi sejarah yang lebih komprehensif mengenai hubungan Bung Karno dengan Surabaya," katanya.

Rangkaian Bulan Bung Karno juga akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti bedah buku, kajian publik, program Sekolah Kebangsaan, hingga nonton bareng film yang mengangkat perjalanan hidup Bung Karno.

Kegiatan tersebut dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar semakin memahami sejarah perjuangan bangsa.

Saida berharap Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.

"Bulan Bung Karno menjadi momentum yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri bangsa. Kami ingin generasi muda memahami bahwa Bung Karno bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga Arek Suroboyo yang jejak kehidupannya masih dapat ditelusuri hingga hari ini," pungkasnya. (red)

Editor :