artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Sambut Waisak 2570 BE, Umat Buddha Jembrana Gelar Bakti Sosial, Ziarah Veteran, Pelepasan Satwa dan Penghijauan

avatar Lani
  • URL berhasil dicopy

Jembrana | Semangat cinta kasih, kepedulian sosial, penghormatan terhadap jasa pahlawan, serta pelestarian lingkungan hidup mewarnai rangkaian perayaan Vesakha Sananda 2570 Buddhis Era (BE), Pindapata 2026, dan Setengah Abad Vihara Empu Astapaka di Kabupaten Jembrana.

Mengusung tema “Dharma Menjaga Kedamaian Dunia, Menapaki Jalan Mulia Bersumbangsih Bagi Negeri”, berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, keagamaan, dan lingkungan dilaksanakan sebagai wujud nyata pengamalan ajaran Buddha yang tidak hanya diwujudkan melalui ritual keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan alam semesta.

Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesatria Kusuma Mandala, penyerahan sembako dan angpao kepada para veteran, yang dilaksanakan pada 3 Mei 2026. Kegiatan ini diinisiasi dan diselenggarakan bersama oleh WALUBI Jembrana, Penyelenggara Buddha, Permabudhi, wadah antar lembaga umat Buddha serta Vihara di Kabupaten Jembrana.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan veteran yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan rasa terima kasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan jiwa demi Indonesia.

Sebelumnya aksi pelepasan satwa dan penghijauan digelar pada 12 April 2026 di kawasan suci Pura Tirta Segara Rupek, Gilimanuk. Kegiatan yang diprakarsai oleh Ketua Yayasan Empu Astapaka, Sudiarta Indrajaya dan ketua Panitia Liem Kok Hin tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam menyambut Hari Trisuci Waisak sekaligus memperingati 50 Tahun Vihara Empu Astapaka.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 ekor burung perkutut dilepaskan kembali ke habitat alaminya sebagai simbol kebebasan, perdamaian, dan penghormatan terhadap kehidupan. Pelepasan satwa memiliki makna mendalam dalam ajaran Buddha karena mencerminkan praktik Metta (cinta kasih) dan Karuna (welas asih) kepada seluruh makhluk hidup.

Selain pelepasan satwa, umat Buddha juga melakukan penanaman 150 pohon yang tersebar di tiga lokasi, yakni Pura Tirta Segara Rupek, Pura Campa Samiana, dan Vihara Empu Astapaka. Aksi penghijauan ini menjadi simbol komitmen menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup.

Dalam ajaran Buddha, manusia, satwa, dan alam merupakan satu kesatuan yang saling bergantung. Pohon menyediakan kehidupan bagi berbagai makhluk, sementara keberadaan satwa turut menjaga keseimbangan alam. Harmoni tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur tentang keterhubungan seluruh kehidupan di alam semesta.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari jajaran pembina keagamaan Buddha di Kabupaten Jembrana. Hadir dalam kegiatan tersebut para Penyelenggara Buddha, staf Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kabupaten Jembrana, pengurus vihara, tokoh agama, siswa Sekolah Minggu Buddha (SMB), serta umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Jembrana.

Suasana penuh kebersamaan dan sukacita tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta tidak hanya mengikuti prosesi pelepasan satwa dan penanaman pohon, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari praktik spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Perayaan 50 Tahun Vihara Empu Astapaka menjadi momentum bersejarah untuk menegaskan kembali peran vihara sebagai pusat pengembangan nilai-nilai kebajikan, cinta kasih, toleransi, dan kepedulian sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.

Seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan menuju puncak perayaan Pindapata 2026 dan Waisaka Puja yang akan diselenggarakan pada 6–7 Juni 2026 di Kabupaten Jembrana. Berbagai agenda telah disiapkan, mulai dari Pindapata, donor darah, dana makan, pelepasan satwa, penanaman pohon, pemberkahan plang nama vihara, penandatanganan prasasti 50 Tahun Vihara Empu Astapaka, hingga pelaksanaan Vesakha Sananda 2570 BE.

Melalui rangkaian kegiatan sosial, kebangsaan, keagamaan, dan lingkungan tersebut, umat Buddha di Jembrana berharap dapat terus menebarkan semangat cinta kasih, persaudaraan, kepedulian sosial, serta kedamaian bagi seluruh makhluk. Perayaan Waisak dan setengah abad Vihara Empu Astapaka pun diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sadhu... Sadhu... Sadhu...

Editor :