artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Gotong Royong di Balik Betonisasi Jalan TMMD 128, Warga dan TNI Kompak Bangun Desa Godo

avatar Mohammad
  • URL berhasil dicopy

PATI — Di bawah terik matahari yang menyinari hamparan persawahan Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, suara mesin molen terus berdengung memecah pagi. 

Di antara tumpukan pasir, batu, dan semen, tampak anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati bekerja berdampingan dengan warga desa. Tidak ada sekat. Semua larut dalam satu irama gotong royong yang hangat.

Minggu (10/05/2026), progres betonisasi jalan desa sepanjang 950 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 16 sentimeter itu telah mencapai 66,31 persen.

Jalan yang dulunya becek dan sulit dilalui saat hujan kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih kokoh dan layak bagi masyarakat.

Namun, di balik hamparan cor beton yang mulai mengeras, tersimpan cerita tentang kebersamaan yang tumbuh dari hari ke hari.

Sejak pagi, warga datang membawa alat seadanya. Ada yang mengangkut material menggunakan gerobak, ada yang membantu meratakan adukan semen, sementara sebagian lainnya menyediakan minuman dan makanan sederhana untuk para pekerja. 

Suasana di lokasi pengerjaan terasa hidup, penuh canda dan semangat saling membantu.

Bagi masyarakat Desa Godo, pembangunan jalan ini bukan sekadar proyek fisik. Kehadiran TMMD menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antara TNI dan warga.

Danton SSK TMMD Reguler ke-128, Letda Inf Ali Sadikin, menyebut capaian progres tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak. 

Menurutnya, tantangan cuaca maupun kondisi medan tidak menyurutkan semangat anggota Satgas maupun masyarakat yang setiap hari ikut terlibat di lapangan.

“Kami terus berupaya agar pekerjaan ini selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh warga,” ujarnya.

Semangat gotong royong itu terlihat nyata di setiap sudut lokasi pengerjaan. Saat adukan beton mulai dituangkan, warga dan anggota Satgas bergerak serempak. Tidak ada yang menunggu perintah. Semua bekerja dengan kesadaran bahwa jalan tersebut nantinya akan menjadi urat nadi aktivitas desa.

Bagi para petani, jalan baru ini membawa harapan besar. Selama ini, akses yang rusak sering menyulitkan distribusi hasil panen, terutama saat musim hujan tiba. Kini, mereka mulai membayangkan hasil pertanian bisa lebih mudah dibawa ke pasar tanpa khawatir kendaraan terjebak lumpur.

Anak-anak sekolah pun nantinya dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman. Mobilitas warga antarwilayah juga diperkirakan semakin lancar, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Godo.

Di tengah proses pembangunan itu, TMMD Reguler ke-128 menghadirkan sesuatu yang lebih berharga dari sekadar infrastruktur. Program ini menumbuhkan rasa peduli, memperkuat solidaritas, dan membangun keyakinan bahwa perubahan besar bisa lahir dari kebersamaan.

Dari Desa Godo, semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terlihat nyata. Di atas jalan yang mulai terbentuk itu, tersimpan jejak kerja keras dan gotong royong yang menjadi kekuatan utama membangun desa menuju masa depan yang lebih baik.

Editor :

Sekjend IFMA Sambut Hangat LaNyalla
Olahraga   

Sekjend IFMA Sambut Hangat LaNyalla

SURABAYA - Sekretaris Jenderal International Federation of Muaythai Association (IFMA), Steven Fox menyambut hangat Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA…