Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Indobismar Surabaya dengan 137 Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri dan swasta se-Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Surabaya pada 6 April 2026.
Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam membuka akses yang lebih luas bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pengalaman magang hingga peluang kerja di dunia industri.
Dalam sambutannya, Aries menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata komitmen menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Jawa Timur. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan, termasuk dalam hal karier.
“Ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak didik kami yang berkebutuhan khusus untuk belajar dan memiliki peluang yang sama dalam mendapatkan kesempatan magang di PT Indobismar Surabaya,” ujar Aries.
Ia menambahkan, sinergi antara dunia pendidikan dan industri sangat penting dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga siap terjun ke dunia kerja. Terlebih bagi siswa SLB, pengalaman praktik kerja dinilai mampu meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lulusan SLB untuk lebih mudah terserap di dunia industri. Dengan adanya dukungan dari pihak swasta, kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas semakin terbuka lebar.
Sementara itu, keterlibatan 137 SLB dari berbagai daerah di Jawa Timur menunjukkan tingginya komitmen satuan pendidikan dalam mendukung program pendidikan inklusif yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Melalui kerja sama ini, PT Indobismar memberikan ruang bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung melalui program magang terstruktur. Selain itu, perusahaan juga berpotensi merekrut lulusan yang dinilai memiliki kinerja baik selama masa pelatihan.
Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap kolaborasi serupa dapat terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak dunia usaha dan industri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang inklusif dan berdaya saing.
Dengan adanya MoU ini, diharapkan para siswa berkebutuhan khusus tidak hanya memperoleh pendidikan formal, tetapi juga bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu hidup mandiri dan berkontribusi di masyarakat.
Editor : malik