DENPASAR - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu sensitif usai menghadiri prosesi serah terima jabatan pengurus DPW Partai NasDem Bali di Denpasar, Kamis (3/4), lalu. Salah satu isu yang disorot adalah pengangkatan keponakannya, Pietra Machreza Paloh, sebagai Komisaris Independen Bank Tabungan Negara (BTN).
Surya Paloh menegaskan bahwa pengangkatan Pietra tidak mewakili Partai NasDem. “Pengangkatan itu bukan atas nama partai. Saya sendiri tidak tahu alasan di balik penunjukannya, mungkin itu pertimbangan dari pihak pusat. Tapi yang jelas, NasDem tidak mencalonkan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga: Presiden Prabowo Melayat Uskup Emeritus Petrus Turang di Katedral Jakarta
Dilansir dari JPN, Sabtu (5/4), disebutkan Pietra Machreza Paloh yang juga merupakan kader NasDem diangkat sebagai Komisaris Independen BTN pada akhir Maret 2025 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Selain Pietra, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah juga ditunjuk sebagai komisaris dalam kesempatan yang sama.
Surya Paloh menambahkan bahwa Partai NasDem tidak mengajukan kader untuk mengisi jabatan di lembaga pemerintahan, termasuk posisi komisaris.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Hilirisasi Nasional Serap Lapangan Kerja dan Bermanfaat bagi Ekonomi
“Bahkan untuk posisi di kabinet pun kami tidak mengusulkan siapa pun, apalagi komisaris. Tapi tidak mungkin juga kami melarang semua orang. Kalau saya bilang ‘jangan kamu begini-begitu’, nanti saya bisa dianggap om yang salah juga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, tokoh asal Aceh itu menyatakan bahwa keputusan Partai NasDem untuk tidak mengambil bagian dalam pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan bentuk sikap politik yang dilandasi kesadaran moral.
Baca Juga: Presiden Prabowo Dukung Pembukaan Kembali Penempatan Pekerja Migran ke Arab Saudi
"Kenapa kami tidak ada dalam kabinet pemerintahan Prabowo? Karena kami tahu diri. Ada budaya malu bagi kami. Kami tidak ikut berjuang menjadikan Prabowo sebagai presiden, jadi tidak etis kalau setelah beliau menang kami malah datang minta jatah kabinet," tegas Surya Paloh. (red)
Editor : Fudai