Marinir TNI AL Jalani UET di Rimpac 2024, Mengasah Kemampuan Melarikan Diri dari Pesawat Tenggelam

JAKARTA | ARTIK.ID - Dengan semangat baja, Prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Latihan Bersama Multilateral Rim of The Pacific (Rimpac) 2024 mengikuti pelatihan Underwater Egress Training (UET) di Kolam Renang, Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Amerika Serikat, Rabu (3/7).

Sebelum terjun langsung ke kolam renang, prajurit-prajurit tangguh ini mendapatkan pembekalan materi di ruang kelas oleh instruktur UET dari US Marine, Anthony.

Baca Juga: Dankormar Berangkatkan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 6 di Bandara Halim

Materi yang diberikan mencakup keselamatan dasar di air, penggunaan peralatan, simulasi langsung, dan prosedur darurat.

Usai sesi kelas, para prajurit langsung mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari di kolam renang latihan.

Mereka dilatih cara melarikan diri dari simulator yang tenggelam, mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat, dan menggunakan tangki oksigen saat keluar dari pesawat atau helikopter.

UET, atau dikenal juga dengan "Helo Dunker", merupakan kursus penyelamatan nyawa yang esensial bagi para anggota militer.

Baca Juga: KRI Marlin 877 Bantu Evakuasi Kapal Pan Marine 8 yang Bocor di Perairan Surabaya

Kursus ini membekali mereka dengan keterampilan dan kepercayaan diri untuk melarikan diri dengan sukses dan aman dari pesawat atau helikopter yang tenggelam di perairan.

Mayor Marinir Lukman Susanto, selaku Komandan Unsur Tugas Korps Marinir TNI AL Satgas Latma Multilateral Rimpac, mengingatkan prajurit-prajuritnya untuk melaksanakan latihan UET ini dengan penuh keseriusan dan sungguh-sungguh.

Ia menekankan pentingnya untuk tidak panik dan meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuan dan peralatan yang digunakan.

Baca Juga: Prajurit Yonmarhanlan V Surabaya Latihan Menembak di Kodiklatal JW Kaimana

"Latihan ini akan menjadi pengalaman berharga dan bekal di satuan," ujar Mayor Marinir Lukman Susanto.

"Pengalaman ini akan menjadi salah satu referensi penting dalam pelaksanaan operasi dan latihan, sekaligus meningkatkan kemampuan, militansi, dan profesionalisme Prajurit Petarung Korps Marinir," pungkasnya. (red)

Editor : Jabrik