Forum Kebangsaan Nusantara Gelar Tata Laksana Perundang-undangan RI

JAKARTA | ARTIK.ID - Pemilu 2024 telah usai, hasil perhitungan KPU dan setelah ada gugatan di Mahkamah Konstitusi terkait hasil pemilu telah diputuskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran telah terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2024-2029. Suka tidak suka kita wajib menerima putusan hasil pemilu oleh KPU dan putusan MK tersebut, Oleh karena itu bagi relawan yang telah berjuang bersama-sama Prabowo-Gibran bagaimana nasib kedepannya?.

Ada relawan yang bergabung di TKN dan ada relawan yang berjuang tanpa pamrih, maka dari itu untuk membina dan merawat para relawan ini tidak mudah, agar mereka tetap bisa berkontribusi kepada bangsa dan negara, bagaimana caranya?.

Baca Juga: DPD LPKAN Indonesia Jateng Protes Kontraktor Jalan Jangli Tembalang yang Ambles

Dengan berbagai persoalan diatas para ketua umum relawan yang bersifat resmi dari TKN berkumpul dan sepakat membentuk paguyuban atau organisasi yang bernama "Forum Kebangsaan Nusantara (FKN), paguyuban ini diinisiasi oleh Pembina lembaga pengawas kinerja aparatur negara (LPKAN INDONESIA) dan pengamat militer Wibisono bersama ketum relawan "Sahabat juang Gibran" Ary Hadairy.

Adapun forum ini bertujuan untuk membuat suatu program yang nantinya akan bisa menampung dan mengakomodir para relawan untuk berkontribusi pada negara walaupun mereka tidak masuk dipemerintahan.

Menurut ketua pembina FKN Wibisono mengatakan bahwa dirinya ingin para relawan atau anak bangsa ini perlu dibuatkan suatu kegiatan yang positif agar mereka tetap bisa berkontribusi pada negara.

"Kunci Gagasan Pendirian Organisasi ini dari beberapa Organisasi Relawan Prabowo Gibran yang bersatu membuat FORUM KEBANGSAAN NUSANTARA untuk bisa berkontribusi pada negara, kami akan mengajak para tokoh bangsa, purnawirawan TNI dan para ormas untuk bergerak maju bersama,". ujar Wibisono.

Baca Juga: Guna Bantu Masyarakat, LKHAI Bentuk Kantor Pengacara Baru di Jakarta Barat

Adapun salah satu kegiatan yang akan di luncurkan adalah membuat event pameran pertama kali di Indonesia yakni "Gelar Tata laksana Perundang-undangan Republik Indonesia", event untuk bertujuan untuk menggelar semua produk perundangan undangan RI baik dipusat maupun perda daerah, agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang transparan, sehingga tidak adalagi produk undang undang yang tidak dimengerti oleh masyarakat umum.

Lanjutnya, tujuan gelar ini dalam rangka clean government dan good government menuju Indonesia emas.

"Saya pernah membuat event nasional pasca reformasi yakni "Festival Walisongo tahun 99", dengan pengalaman ini kita yakin bisa membuat event nasional yang monumental ini," imbuhnya

Baca Juga: Maraknya OTT oleh KPK, Sekjend LPKAN Indonesia Angkat Bicara

"Selain itu ada program yakni "Gelar potensi daerah seluruh Indonesia", tujuannya adalah menggelar potensi daerah diseluruh Indonesia agar setiap daerah bisa mengesekusi seluruh potensinya untuk kemajuan daerah tersebut agar masyarakatnya ikut sejahtera." Jelas Wibi

"Terakhir adalah forum ini akan membuat event "Rembug nasional" atau "Rekonsiliasi nasional" yang membahas sistem tatanegara kita apa sudah sesuai dengan Pancasila dan mengevaluasi hasil reformasi yang telah kita jalani selama ini,"pungkasnya (red)

Editor : Jabrik