SURABAYA - Kualitas udara di sejumlah kota besar di Indonesia terpantau memburuk pada Rabu pagi (13/5/2026). Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 07.02 WIB, Surabaya dan Tangerang Selatan masuk kategori tidak sehat dengan angka Indeks Kualitas Udara atau Air Quality Index (AQI) di atas 150.
Surabaya tercatat menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini dengan AQI mencapai 167.
Baca juga: Pemkot Selidiki Dugaan Keracunan MBG di Tembok Dukuh, Hasil Laboratorium Keluar 5-7 Hari
Sementara itu, Tangerang Selatan berada di posisi kedua dengan AQI 160. Angka tersebut menunjukkan kualitas udara berada pada level tidak sehat dan berisiko memengaruhi kesehatan masyarakat.
Dalam kondisi udara tidak sehat, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru menjadi pihak yang paling rentan terdampak.
IQAir menyebut paparan polusi udara pada kategori tidak sehat dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama jika masyarakat terlalu lama beraktivitas di luar ruangan.
Untuk mengurangi risiko paparan polutan, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat berada di area dengan tingkat pencemaran tinggi.
Imbauan serupa juga disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG agar warga lebih waspada terhadap dampak polusi udara.
Berikut daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pagi ini:
Surabaya – AQI 167 (tidak sehat)
Tangerang Selatan – AQI 160 (tidak sehat)
Bandung – AQI 140 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)
Jakarta – AQI 124 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)
Tangerang – AQI 124 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)
Di sisi lain, Palembang menjadi kota dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pagi ini dengan AQI 58.
Baca juga: Silaturahmi Perantau Sumsel, Perkuat Peran Pemuda di Pendidikan dan Budaya
Kemudian disusul Medan dengan AQI 67. Meski masuk kategori sedang, kualitas udara di kedua kota tersebut masih relatif lebih baik dibanding daerah lainnya.
Secara global, beberapa kota besar dunia tercatat memiliki kualitas udara terbaik.
Kopenhagen mencatat AQI 6, kemudian Budapest dengan AQI 8, serta Canberra dengan AQI 10. Ketiga kota tersebut berada dalam kategori kualitas udara baik.
Sebaliknya, Dhaka menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pagi ini dengan AQI mencapai 177 atau masuk kategori tidak sehat.
Berikut daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia:
Baca juga: Banyak Salah Sasaran, Pemkot Surabaya Evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh 2026
Dhaka – AQI 177 (tidak sehat)
Kinshasa – AQI 168 (tidak sehat)
Delhi – AQI 159 (tidak sehat)
Wuhan – AQI 153 (tidak sehat)
Chengdu – AQI 139 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)
AQI merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kualitas udara berdasarkan konsentrasi polutan di suatu wilayah.
Pengukuran tersebut mencakup enam jenis polutan utama, yakni PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, serta ozon permukaan tanah.
Nilai AQI ditentukan berdasarkan polutan dengan tingkat risiko paling tinggi pada waktu tertentu. Skala indeks kualitas udara berada pada rentang 0 hingga 500 dengan kategori mulai dari baik hingga berbahaya.
Kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat dapat memicu gangguan kesehatan serius bagi kelompok rentan. Sedangkan kategori berbahaya berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi seluruh populasi. (red)
Editor : Fudai