WFH Pemkot Surabaya Efektif, Tagihan Listrik Turun hingga Rp200 Juta

Reporter : Amar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (FOTO amar)

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya mulai menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat dari penurunan tagihan listrik hingga Rp200 juta.

“Saya kemarin sudah ada datanya. Untuk listrik saja, tagihannya turun Rp200 juta,” kata Eri dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Baca juga: Guru Ngaji di Surabaya Cabuli 7 Santri Laki-laki dari 2025 hingga April 2026

Eri menjelaskan, penghematan tersebut merupakan hasil evaluasi penerapan WFH yang mulai berlaku sejak 10 April 2026. Namun, hingga kini perhitungan pengeluaran untuk penggunaan air masih belum selesai dilakukan.

“Kalau listrik sudah ada datanya, tapi untuk air masih belum,” ujarnya.

Sebelumnya, Eri memastikan kebijakan WFH yang mengacu pada Surat Edaran Nomor 57 Tahun 2026 dan dikoordinasikan bersama Kementerian Dalam Negeri berjalan efektif.

Dalam kebijakan itu, pejabat struktural seperti kepala perangkat daerah, kepala bidang, hingga ketua tim kerja tetap masuk kantor. Namun, ruang kerja mereka digabung agar penggunaan listrik dan air lebih efisien.

Baca juga: DPRD Surabaya Kuliti Modus Provider Nakal,Izin Mati Kabel Tetap Menyala

“Kami satukan ruang kerja supaya pemakaian listrik dan air bisa ditekan. Nanti akan kami hitung lagi di akhir bulan,” kata Eri, Selasa (14/4/2026).

Selain WFH, Pemkot Surabaya juga mengevaluasi kebijakan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik bagi ASN setiap hari Selasa.

Menurut Eri, pengawasan dilakukan dengan mewajibkan setiap pegawai melampirkan laporan serta bukti pembayaran penggunaan transportasi umum dari masing-masing perangkat daerah.

Baca juga: Pemkot dan DPRD Dorong Kerja Sama Strategis untuk Warga Kota Surabaya

“Kami lakukan pengawasan melalui laporan dan bukti pembayaran transportasi umum dari tiap pegawai,” jelasnya.

Ia menyebut hasil sementara menunjukkan kebijakan tersebut mulai mengubah kebiasaan ASN dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum maupun kendaraan listrik.

“Hasil evaluasi sementara cukup baik dan mulai terlihat perubahan kebiasaan pegawai,” tutup Eri. (mar)

Editor : Amar

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru