Warga Gundih Curhat Bansos dan Keamanan, Budi Leksono Janji Kawal Hingga Terealisasi

Reporter : rudi
Suasana Reses Budi Leksono di Margorukun kelurahan Gundih (doc.rudy)

SURABAYA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, menggelar reses Sidang Ke 2 tahun Anggaran 2026 di RT 05 RW 09 Margorukun, Kelurahan Gundih. berbagai persoalan klasik hingga kebutuhan mendesak warga mencuat ke permukaan.

 

Baca juga: Reses Cak Yebe di Tambak Osowilangon, Bantuan Mengalir Untuk Fasilitas dan UMKM Warga

Legislator Senior PDI Perjuangan yang akrab disapa Buleks ini mengakui, sebagian besar aspirasi yang disampaikan masih berkutat pada persoalan bantuan sosial. 

“Sekilas terlihat mampu, tetapi setelah kita datangi langsung, ternyata kondisinya memang masih berharap perhatian pemerintah kota Surabaya ” tuturnya pada Warta Artik.id Kamis (12/02).

 

Keluhan rumah bocor hingga banjir juga disampaikan warga. Seorang janda sepuh berharap bisa merasakan hak yang sama sebagai warga Surabaya, mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. 

Selain itu, pedagang kecil dengan rombong-rombongnya juga meminta dukungan agar tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

 

Persoalan layanan ambulans menjadi sorotan serius. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan respons cepat melalui layanan 112. Menurut Buleks, keberadaan ambulans medis yang siaga dan responsif sangat krusial karena menyangkut keselamatan jiwa. 

“Program ambulans harus benar-benar siap dan cepat,ini urusannya Nyawa,” tegasnya.

Baca juga: Baktiono Tegaskan RHU Wajib Tutup Selama Ramadan, Pelanggar Terancam Blacklist

 

Senada dengan itu Zainal Muksin Ketua Rt setempat, berharap program ketahanan pangan dan Gerakan Pangan Murah dapat merata hingga ke tingkat RW, khususnya di RW 09 Margorukun. 

Mereka ingin distribusi sembako saat momen Imlek, Ramadan, hingga Lebaran tidak terpusat di satu titik saja, melainkan menyentuh seluruh wilayah agar lebih adil dan tepat sasaran.

 

Di sisi keamanan,Tambah Zainal, RW 09 disebut sebagai wilayah rawan pencurian kendaraan bermotor. Tercatat sudah empat kasus kehilangan motor terjadi di lingkungan tersebut. Warga pun mengusulkan pemasangan CCTV serta pembangunan pagar pembatas kampung sebagai langkah antisipasi. Usulan itu disebut telah diajukan melalui DAKEL, namun belum terealisasi.

Baca juga: Buleks:Pasar Murah di Kelurahan Jepara Disambut Antusias Warga, Harga Sembako Lebih Terjangkau

 

menanggapi hal itu, Buleks akan mendorong agar program CCTV yang direncanakan dalam anggaran 2026 bisa segera menyentuh wilayah tersebut. Ia juga meminta perhatian lurah setempat untuk memprioritaskan usulan warga.

 

Sementara untuk pembangunan pagar, Buleks membuka peluang koordinasi lebih lanjut, termasuk opsi swadaya masyarakat yang bisa dikolaborasikan dengan dukungan pemerintah.

“Reses ini menjadi catatan penting. Aspirasi warga harus kita kawal agar tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi benar-benar menjadi solusi,” pungkasnya.(rda)

Editor : rudi

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru