Dispendik Jatim–AJP Gelar Pelatihan Penulisan Kreatif dan Public Speaking untuk Pelajar SMA/SMK

Reporter : Amar
Caption : Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai (tengah), Ketua AJP Hentty Kartika Sari (berhijab merah), Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, Hj. Hastini Ratna Dewi (TIM)

MALANG – Demi memperkuat kemampuan literasi dan komunikasi pelajar SMA/SMK, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Asosiasi Jurnalis Perempuan (AJP) menggelar Pelatihan Penulisan Kreatif dan Public Speaking pada Selasa (3/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMA Negeri 9 Kota Malang.

Pelatihan yang dikemas dalam agenda Sarasehan Pelajar Jatim 2026 ini diikuti lebih dari 200 siswa bersama guru pendamping dari wilayah Malang Raya serta Kabupaten dan Kota Blitar. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut.

Baca juga: Kisah Senja, Penyandang Autisme yang Mampu Bicara Setelah Setahun Terapi di Malang Autism Center

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir sebagai keynote speaker dalam diskusi interaktif. Ia menegaskan bahwa belajar menulis tidak harus berorientasi menjadi jurnalis, begitu pula public speaking tidak selalu bermakna menjadi pembicara profesional.

“Melatih kemampuan public speaking adalah kemampuan mengolah diri sendiri. Inilah manfaat penting dari pelatihan menulis dan public speaking ini,” ujar Aries.

Menurut mantan Pelaksana Tugas Bupati Batu tersebut, terdapat tiga kunci utama dalam public speaking yang perlu dimiliki pelajar masa kini, yakni menjadi diri sendiri, mampu bercerita, dan memiliki empati dalam berkomunikasi.

“Tiga kunci public speaking ini adalah menjadi diri sendiri, mampu bercerita, dan memiliki empati dalam berkomunikasi,” tuturnya.

Selain itu, Aries juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan bahwa media sosial bukanlah ruang privat, sehingga setiap konten yang dibagikan harus melalui pertimbangan matang.

Baca juga: Malang Autism Center Gelar Voices from the Spectrum, Aktualisasi Penyandang Autisme Kota Malang

“Karena itu, para pelajar harus memikirkan kembali, mencermati kembali, membaca ulang, sebelum menekan tombol klik untuk mengirim sebuah konten,” tambahnya.

Menutup arahannya, pria kelahiran Sulawesi tersebut menyampaikan pesan penting tentang keseimbangan antara kecerdasan dan karakter.

“Cerdas itu penting, berkarakter itu wajib. Dari kecerdasan yang berkarakter itulah akan berdampak positif bagi diri sendiri, masyarakat sekitar, dan bangsa ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Jurnalis Perempuan (AJP), Hentty Kartika Sari, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberi ruang belajar yang berkualitas bagi pelajar dalam mengasah kemampuan literasi, komunikasi, dan kepercayaan diri.

Baca juga: Kadindik Jatim: Sekolah Harus Jadi Benteng Moral, Bukan Sekadar Pengejar Nilai Akademik

“Kegiatan Sarasehan Pelajar Jatim 2026 ini merupakan bentuk komitmen bersama antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan AJP untuk memberi ruang belajar yang berkualitas bagi adik-adik pelajar dalam menghadapi masa depan yang semakin kompetitif,” kata Hentty.

Kepala Biro TVOne Jawa Timur tersebut juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral dalam menulis kreatif, baik di media sosial maupun media lainnya, agar informasi yang disampaikan tidak mengandung hoaks. Hal yang sama berlaku dalam public speaking, yang membutuhkan pemahaman tentang cara menyusun pesan dan menyampaikannya dengan baik.
Ia berharap para pelajar dapat memanfaatkan pelatihan ini secara optimal.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, bertanya dan berdiskusi,” pungkasnya. (Mar)

Editor : Amar

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru