Putin Angkat Suara soal Langkah Trump untuk Caplok Greenland

Reporter : Fudai
Presiden Rusia Vladimir Putin

SURABAYA - Presiden Rusia Vladimir Putin menanggapi upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ingin mengakuisisi Greenland, langkah yang dinilai berpotensi mengguncang hubungan Denmark dan memicu ketegangan di internal NATO. Putin menegaskan Rusia tidak merasa khawatir dengan isu tersebut.

“Apa yang terjadi pada Greenland bukanlah urusan kami,” ujar Putin dalam pidato yang disiarkan televisi saat pertemuan Dewan Keamanan Nasional Rusia, Rabu malam.

Baca juga: Usai Bertemu Trump, Zelensky Sebut Jaminan Keamanan Ukraina akan Rampung dalam 10 Hari

Putin menyebut persoalan Greenland sebagai urusan internal Denmark dan Amerika Serikat. Ia juga menyinggung sejarah hubungan Denmark dengan wilayah tersebut.

“Denmark selama ini memperlakukan Greenland seperti koloni, bahkan cukup keras, jika bukan kejam. Namun itu persoalan lain, dan saya ragu ada yang tertarik membahasnya sekarang,” kata Putin, seperti dikutip NDTV, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan bahwa Rusia tidak akan ikut campur dalam persoalan tersebut. “Itu sama sekali tidak menyangkut kami. Saya pikir mereka akan menyelesaikannya sendiri,” ujarnya.

Putin juga mengingatkan bahwa pada 1917 Denmark pernah menjual Kepulauan Virgin kepada Amerika Serikat. Selain itu, ia menyinggung sejarah Rusia yang menjual Alaska kepada AS pada 1867 dengan nilai 7,2 juta dolar AS.

Baca juga: Trump Kesal, Netanyahu Disebut “Orang Gila” Karena Serangan ke Suriah

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali mengeklaim Greenland sebagai wilayah Amerika. Ia menyerukan pembicaraan segera dengan Denmark untuk membawa pulau Arktik tersebut berada di bawah kendali AS.

Trump menyampaikan pernyataan itu saat berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Rabu. Ia menilai penguasaan Greenland penting bagi keamanan nasional AS dan NATO.

Washington, menurut Trump, ingin Denmark membuka negosiasi terkait pengalihan kedaulatan atas pulau terbesar di dunia tersebut. Trump telah lama mendorong penguasaan AS atas Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark dengan populasi sekitar 56.000 jiwa.

Baca juga: Pertemuan Trump dengan Panglima Militer Pakistan Picu Protes Tertutup India

Ia beralasan Greenland memiliki posisi strategis untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman dari Rusia dan China. Namun, baik Moskow maupun Beijing telah menolak klaim tersebut.

Rusia sendiri sebelumnya mengecam apa yang disebutnya sebagai percepatan militerisasi kawasan Arktik oleh NATO.

“Pulau besar yang tidak aman ini sebenarnya merupakan bagian dari Amerika Utara, di perbatasan utara Belahan Barat. Itu wilayah kami,” kata Trump.

Editor : Fudai

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru