DPRD Surabaya Dorong Parkir Non Tunai Berjalan Adil dan Transparan

Reporter : rudi
Yuga Pratisabda Widyawasta Politisi Muda PSI Surabaya (doc.rudy)

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyoroti langkah percepatan penerapan parkir non tunai yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Surabaya melalui validasi petugas parkir tepi jalan umum oleh UPT Dinas Perhubungan.

 

Baca juga: 162 Pasar Milik Pemkot Disorot, Pengelola Pasar Tanjungsari Kritik Konsistensi Penegakan Perda

Yuga menilai, proses validasi yang diikuti 1.747 petugas parkir di 1.510 titik lokasi merupakan fondasi penting dalam pembenahan tata kelola perparkiran kota. Menurutnya, tanpa data petugas yang jelas dan terverifikasi, sistem parkir non tunai berpotensi tidak berjalan optimal di lapangan.

“Validasi ini krusial. Kalau petugasnya tertib dan datanya jelas, maka sistem non tunai bisa berjalan lebih transparan dan adil,” tegas Yuga pada Warta Artik.id Jumat (09/01/26).

 

Legislator muda PSI Surabaya itu menyebut, kebijakan pembuatan rekening bagi setiap petugas parkir adalah terobosan penting untuk memastikan pembagian hasil retribusi berjalan akuntabel. 

"Dengan skema 60 persen untuk Pemkot Surabaya dan 40 persen untuk petugas parkir, Yuga menilai ada kejelasan hak yang selama ini kerap menjadi persoalan di lapangan,"imbuhnya.

 

Baca juga: Merah Muda Fest, PDIP Surabaya Ajak Anak Muda Gotong Royong Merawat Bumi

Menurutnya, sistem parkir non tunai tidak boleh dimaknai semata sebagai upaya mengejar pendapatan daerah, tetapi harus dibarengi dengan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petugas parkir. 

"Petugas parkir adalah ujung tombak pelayanan yang langsung berhadapan dengan masyarakat,"ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Yuga mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan agar kebijakan ini tidak berhenti pada tataran administrasi. 

Baca juga: Bayi Baru Lahir Diduga Dibuang, DPRD Surabaya Minta Kasus Diusut Tuntas

Komisi B DPRD Surabaya, akan terus memantau kesiapan infrastruktur pembayaran non tunai, kedisiplinan petugas di lapangan, serta efektivitas sosialisasi kepada masyarakat.

“Kalau sistemnya sudah non tunai, jangan sampai masih ada praktik tunai di lapangan. Ini harus konsisten,” tegasnya.

 

Yuga berharap, penerapan parkir non tunai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan pengelolaan parkir yang tertib, transparan, dan berkeadilan, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan parkir di Kota Surabaya.

Editor : rudi

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru