Menkes Tinjau Imunisasi Massal di Sumenep, 17 Anak Meninggal akibat Campak

Reporter : Fudai

SUMENEP - Kementerian Kesehatan RI melaporkan adanya 46 kasus campak yang tersebar di 42 kabupaten dan kota pada 13 provinsi. Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi daerah dengan dampak terparah setelah mencatat 17 kematian akibat campak hingga akhir Agustus 2025.

Sejak Januari hingga Agustus 2025, tercatat 23.128 kasus suspek campak di Indonesia, dengan 3.444 di antaranya telah terkonfirmasi laboratorium.

Baca juga: Menteri Kesehatan Sebut Teknologi AI Berpotensi Merevolusi Layanan Kesehatan Indonesia

Sumenep sendiri menempati posisi tertinggi dengan 2.139 kasus dugaan campak. Hingga Agustus, jumlah kasus di kabupaten ini terus bertambah menjadi 2.321 penderita, dengan 20 anak meninggal dunia.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sumenep pada Kamis (28/8/2025) pagi. Kehadirannya untuk memastikan langsung pelaksanaan program imunisasi massal sebagai bagian dari percepatan penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

“Kami ingin memastikan anak-anak mendapat perlindungan melalui imunisasi yang tepat, agar terhindar dari campak sekaligus menyelamatkan nyawa mereka,” ujar Menkes Budi.

Budi mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, yang segera menggelar imunisasi massal di seluruh wilayah.

“Pelaksanaan imunisasi serentak ini merupakan langkah konkret yang perlu didukung bersama, agar anak-anak terlindungi dari ancaman campak,” imbuhnya.

Dalam kunjungan itu, Menkes juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan orang tua murid, sekaligus menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk media, untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat imunisasi.

“Masyarakat jangan sampai terpengaruh hoaks terkait vaksinasi. Imunisasi terbukti aman dan efektif dalam menjaga kesehatan anak-anak serta mencegah penyebaran penyakit berbahaya seperti campak,” tegas Budi.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo pada kesempatan yang sama mengajak seluruh elemen, mulai dari instansi pemerintah, tokoh masyarakat, hingga warga, untuk mendukung penuh program imunisasi. “Vaksinasi diberikan gratis di seluruh fasilitas kesehatan, Puskesmas, Posyandu, dan sekolah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Kabupaten Sumenep berlangsung dua pekan, mulai 25 Agustus 2025. Hingga kini, 16.242 anak telah menerima vaksin campak. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
10 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru