JEMBRANA – Komitmen untuk menjaga toleransi dan semangat menyama braya di Kabupaten Jembrana terus dipupuk dan dirawat oleh berbagai elemen masyarakat. Hal ini tercermin dalam pelaksanaan “silaturahmi dan halal bihalal” Hari Raya Idul Fitri yang digelar di kediaman Lurah Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, pada Selasa (1/4). Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat kebersamaan antarwarga, tetapi juga menegaskan komitmen dalam menjaga keharmonisan, terutama dalam menyambut perayaan Hari Raya Nyepi yang lebih baik di masa mendatang.
Baca juga: PDM Jembrana Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H, Mempertahankan keimanan di era digital dan Kepedulian
Acara berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota DPRD Jembrana, H. Muhammad Yunus, dan Hasbil Ma’ani, Lurah Loloan Timur dan Loloan Barat, Bendesa Adat Lokasari beserta jajaran, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Seluruh peserta sepakat untuk terus menjaga toleransi yang telah berjalan dengan baik di Jembrana serta meningkatkan koordinasi demi kelancaran perayaan Hari Raya Nyepi di masa mendatang.
Mempererat Keberagaman dengan Semangat Menyama Braya
Keberagaman adat dan agama telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di Kelurahan Loloan Timur dan Loloan Barat, Kabupaten Jembrana. Dengan mengusung konsep menyama braya, hubungan yang harmonis antar umat beragama telah terjalin erat selama bertahun-tahun. Dalam kesempatan ini, evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sebelumnya juga turut dibahas demi mewujudkan perayaan yang lebih baik di masa mendatang.
Lurah Loloan Timur, Syukron Hadiwijaya, menegaskan pentingnya koordinasi dan komunikasi lintas elemen dalam menjaga keharmonisan tersebut.
“Kami mengevaluasi kegiatan keagamaan yang telah terlaksana dan berupaya agar setiap perayaan hari besar keagamaan di masa depan dapat berjalan lebih baik. Prinsip humanisme dan koordinasi dengan berbagai stakeholder di kelurahan kami dan di Kabupaten Jembrana akan tetap menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Baca juga: PDM Jembrana Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H, Mempertahankan keimanan di era digital dan Kepedulian
Komitmen untuk Pelaksanaan Nyepi yang Lebih Baik
Sementara itu, Bendesa Adat Lokasari, I Nengah Mahadiarta, menyoroti pentingnya menjaga toleransi yang tinggi dalam pelaksanaan Hari Raya Nyepi di wilayah Loloan Timur. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat harus terus berkomitmen untuk saling menghormati dan memperkuat koordinasi demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
“Ke depan, kami akan lebih ketat menjaga apa yang menjadi harapan bersama. Keamanan dan ketertiban dalam rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi akan semakin kami perkuat melalui komunikasi erat dengan semua pihak,” ujarnya.
Baca juga: PDM Jembrana Gelar Sholat Idul Fitri 1446 H, Mempertahankan keimanan di era digital dan Kepedulian
Mahadiarta juga menambahkan bahwa kesepakatan yang telah terjalin antara berbagai tokoh di Loloan Timur akan terus dijaga agar nilai-nilai toleransi tetap hidup di tengah masyarakat, bahkan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
“Kami sepakat bersama Pak Lurah, tokoh masyarakat, dan sesepuh Alim Ulama di Loloan Timur serta Loloan Barat untuk menjaga kebersamaan dan mempererat keharmonisan yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Silaturahmi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat persatuan tersebut,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati, masyarakat Jembrana membuktikan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan dengan damai. Silaturahmi ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan harmoni dan kesejahteraan bersama di Kabupaten Jembrana. (*)
Editor : LANI