Arif Fathoni Bantah Rumor Golkar Bahas AKD, Tunggu Pelantikan dan Koordinasi Antar Partai

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni. Foto: Amar
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni. Foto: Amar

SURABAYA | ARTIK.ID - Rumor bahwa Komisi A DPRD Kota Surabaya sedang melakukan pembahasan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) untuk anggota DPRD yang terpilih, padahal masa jabatan para legislator yang ada saat ini belum habis, hal itu menuai respon dari Ketua Komisi A, Arif Fathoni.

Dirinya mengaku sempat terkejut dan langsung menyatakan bahwa kabar tersebut  tidak benar.

Baca Juga: Kualitas Air dan Retribusi Tidak Berbanding Lurus, BEM Unipra Minta Audiensi dengan PDAM Surabaya

"Kami dari Partai Golkar sadar diri bahwa Partai Golkar berada pada urutan keempat, sehingga rumor Partai Golkar ingin membentuk AKD secara tidak proporsional itu tidak benar," ungkapnya di Jalan Yos Sudarso Surabaya, Jumat (19/4/2024).

Legislator yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya ini menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pembicaraan terkait AKD. Hal itu otomatis mematahkan rumor bahwa Partai Golkar Kota Surabaya berencana membentuk AKD secara tidak proporsional.

"Secara prosedur, proses pembentukan AKD masih harus menunggu pelantikan anggota DPRD. Selain itu, kewenangan membentuk AKD perlu melibatkan seluruh partai khususnya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memperoleh jumlah kursi anggota legislatif terbanyak dalam Pileg 2024.

Arif Fathoni menyatakan bahwa Partai Golkar tidak pernah merancang AKD secara tidak proporsional.

Baca Juga: Komisi C DPRD Kota Surabaya Tolak PSN Pembangunan Pulau Buatan di Kenjeran

"Kami taat dengan aturan yang berlaku, dan itu nanti melibatkan pimpinan partai untuk siapa saja yang akan menempati posisi AKD," terangnya.

Untuk diketahui, AKD di DPRD Kota Surabaya terdiri dari Komisi-Komisi, Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Badan Kehormatan, dan Badan Anggaran dan Badan Musyawarah. Pembentukan AKD juga nantinya akan disusun setelah anggota legislatif terpilih membuat tata tertib DPRD Kota Surabaya. 

Pria yang akrab disapa Toni ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat tahu diri dan tak ingin mendahului. Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk menentukan posisi AKD di DPRD Kota Surabaya.

Baca Juga: Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Menyebut Layanan Kesehatan Gratis Cukup Menunjukkan KK

"Masih belum lah, kami di partai Golkar tidak melakukan manuver itu," pukasnya.

(mar)

Editor : Amar