Panen Raya Serentak di Jatim, Mayjen TNI Rafael Singgung Stabilitas Ketersediaan Pangan

Foto: Dok Kodam V Brawijaya
Foto: Dok Kodam V Brawijaya

SURABAYA | ARTIK.ID - Panen raya Hari ini di laksanakan serentak di tiga wilayah Kabupaten di Propinsi Jawa Timur dalam upaya  meningkatkan ketahanan pangan. Hadir dalam pada panen raya tersebut beberapa pejabat penting dari Forkopimda Jawa Timur serta masyarakat dan kelompok tani.

Panen raya di Kabupaten Ngawi berlangsung di Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, dengan luas lahan mencapai 150 hektar.

Baca Juga: Mayjen TNI Rafael Terima Penghargaan Prapanca Award dari PWI Jatim

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Bay, Jumat (19/4) mengatakan, luas lahan yang ditanami padi varietas Inpari 36 dan Logawa menjadi bukti nyata upaya peningkatan produksi pangan di Jawa Timur

"Pada kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pendampingan mulai dari awal hingga panen raya saat ini," ujar Pangdam, mengapresiasi kerja keras para petani dan pihak terkait dalam meningkatkan ketahanan pangan.

Di Kabupaten Lamongan, panen raya juga berlangsung dengan meriah. Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Endro Satoto, turut hadir dalam acara itu.

Panen dilakukan di lahan seluas 80 hektar. Padi varietas Inpari 42 menjadi fokus budidaya di wilayah ini. Keberhasilan panen raya ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mewujudkan ketahanan pangan yang lebih baik.

Selain itu, Kabupaten Nganjuk juga menjadi lokasi panen raya yang dihadiri oleh Kapoksahli Pangdam, Brigjen TNI Ramli. Luas lahan yang ditanami jagung varietas Bisi 18 mencapai 90 hektar.

Baca Juga: Kodam V Brawijaya Jalankan Program Pendampingan dan Percepatan Stunting

Dengan adanya panen raya di wilayah ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Propinsi Jawa Timur.

Selama proses penanaman, berbagai inovasi dan kreasi telah dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Mulai dari penerapan teknologi modern hingga penggunaan metode budidaya yang efektif, dengan tujuan untuk memberikan manfaat yang maksimal bagi petani.

"Kita akan memaksimalkan sawah tadah hujan yang masih satu kali tanam menjadi 3 kali tanam. Kita berharap Jawa Timur akan surplus untuk kebutuhan beras di seluruh wilayah Indonesia" tambah Pangdam.

Baca Juga: Beasiswa ke Mesir 2024, LPPD Jatim  Seleksi Santri Baca Fathul Qorib dan Wawasan Kebangsaan

Dengan adanya panen raya serentak di Propinsi Jawa Timur ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat petani menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai tujuan tersebut.

(red)

Editor : Jabrik