SURABAYA | ARTIK.ID - Kota Surabaya masih memiliki lahan sawah yang produktif untuk menanam padi dan sejumlah tanaman pangan lainnya, seperti cabai, tomat, dan kacang panjang. Hal ini terbukti dengan panen raya padi yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya dan Kelompok Tani Sendang Biru di Kelurahan Made pada hari Sabtu (16/3).
Baca Juga: Wali Kita Eri Cahyadi Nonton Bareng Film "Kartolo Numpak Terang Bulan" di XXI TP
Baca Juga: Tetap Siaga, Pemkot Surabaya Perkuat Keamanan Selama Libur Lebaran
Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, panen raya dilakukan di lahan seluas 0,9 hektar dan menghasilkan 3 ton padi.
Istimewa
“Tujuan utama dari panen padi ini adalah untuk menekan harga beras,” ujar Antiek.
Baca Juga: Jurnalis Rama Indra Laporkan Dugaan Kekerasan Aparat Saat Demo UU TNI ke Polda Jatim
Lebih lanjut Antiek menjelaskan, bahwa panen padi ini dilakukan secara bersamaan dengan tanaman cabai dan kacang panjang menggunakan pola tanam tumpangsari. Pola tanam ini bertujuan untuk mengurangi serangan hama terhadap tanaman cabai dan padi.
“Panen padi baru dilakukan sekali pada tahun 2024, sementara panen cabai sudah dilakukan sebanyak lima kali, dan kacang panjang hampir 12 kali," ungkap Antiek.
Baca Juga: Eri Cahyadi Sebut Segera Perbaiki Fasilitas Umum yang Rusak Akibat Demonstrasi UU TNI
Dari segi ekonomi panen tersebut akan membantu menekan laju inflasi. Ketika satu wilayah mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, permintaan bahan pokok dari luar akan berkurang, yang pada akhirnya mempengaruhi permintaan pasar.
(red)
Editor : Amar