Mayjen TNI Rafael Usut Terus Keterlibatan Oknum TNI AD dalam Penggelapan Ranmor

Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rafael Granada Baay

SIDOARJO | ARTIK.ID - Personel gabungan Pomdam V/Brawijaya dan Reskrim Polda Metro Jaya menggeledah Gudang Balkir Pusat Zeni Angkatan Darat (Gudbalkir Pusziad) di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (7/1).

Penggeledahan ini dilakukan untuk mendalami keterlibatan oknum prajurit TNI AD dalam kasus dugaan penggelapan kendaraan bermotor (ranmor).

Baca Juga: Mayjen TNI Rafael Terima Penghargaan Prapanca Award dari PWI Jatim

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay memerintahkan Danpomdam V/Brawijaya untuk memproses dan mendalami terus keterlibatan oknum prajurit TNI AD yang diduga terlibat penggelapan ranmor tersebut.

Hingga saat ini ada tiga oknum prajurit dari Puziad dan Puspalad yang saat ini diperiksa di Pomdam V/Brw, yaitu Kopda AS, Praka J, (Puspalad) dan Mayor BP (Pusziad).

"Ketiga oknum tersebut bukan anggota organik Kodam V/Brw. Namun karena lokasi kejadian di wilayah Kodam V/Brw, sehingga penanganan dugaan penggelapan ini ditangani oleh Pomdam V/Brw," kata Kapendam V/Brawijaya Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani.

Baca Juga: Kodam V Brawijaya Jalankan Program Pendampingan dan Percepatan Stunting

Pemeriksaan terhadap ketiga oknum prajurit tersebut dilakukan secara intensif oleh Pomdam V/Brawijaya.

Sebelumnya, Pomdam V/Brawijaya bersama Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus dugaan penggelapan ranmor yang melibatkan oknum prajurit TNI AD. Dalam kasus ini, petugas gabungan mengamankan 49 unit mobil dan 215 unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan curanmor.

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rafael Granada Baay menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen untuk menegakkan hukum yang adil dan transparan. Oleh karena itu, ia memerintahkan jajarannya untuk memproses kasus ini secara tegas dan transparan.

Baca Juga: 126 Calon Prajurit TNI-AD Gelombang Satu Siap Tempur Usai Lewati Materi Ketat

"Pomdam V/Brawijaya terus mendalami keterlibatan oknum TNI AD tersebut dan terus mengawal hingga persidangan oleh Pengadilan Militer Surabaya," kata Kapendam.

(red)

Editor : Fudai