Dinilai Terlalu Memihak Israel, BBC Dikecam oleh Para Jurnalisnya

JAKARTA | ARTIK.ID - Sejumlah jurnalis BBC mengkritik outlet berita tempat mereka bekerja karena dinilai terlalu memihak Israel dan kurang mengangkat soal kondisi warga Palestina di Gaza.

Dalam surat yang ditulis delapan jurnalis BBC dan dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (25/11), mereka menyebut bahwa BBC gagal memberikan liputan yang adil dan akurat tentang konflik Israel-Palestina.

Baca Juga: Pasok Komponen Drone Shahed, Perusahaan Indonesia, Surabaya Hobby CV Kena Sanksi AS

“BBC sering menggunakan istilah pembantaian atau kebrutalan hanya untuk kelompok Hamas, padahal kedua belah pihak sama-sama melakukan kekerasan,” tulis para jurnalis dalam surat tersebut.

Mereka juga menyayangkan adanya ketidakseimbangan dalam BBC memberitakan soal jumlah korban sipil yang tewas di Israel dan Palestina.

“Kami menyerukan agar BBC lebih adil dalam memberitakan, serta memberikan perhatian yang sama bagi kedua belah pihak,” bunyi surat itu lagi.

Namun begitu BBC membantah tuduhan tersebut. Juru bicara BBC mengatakan bahwa sepanjang liputan mereka soal konflik tersebut, BBC jelas menyoroti korban jiwa yang jatuh sangat besar di Gaza dan Israel.

Baca Juga: Israel Umumkan Perluas Invasi ke Jalur Gaza Selatan, Warga Diminta Mengungsi

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa 137 truk yang berisi bantuan kemanusiaan mulai memasuki Gaza di hari pertama gencatan senjata antara Israel dan Hamas, pada Jumat kemarin.

Bantuan ini berisi makanan dan obat-obatan serta pasokan air. Selain itu, terdapat pula 129 ribu liter bahan bakar dan 4 truk yang membawa gas.

“Selama jeda kemanusiaan 4 hari ini, PBB terus meningkatkan bantuan kemanusiaan ke seluruh Gaza,” sebut pernyataan kantor PBB, dikutip dari Al Jazeera.

Baca Juga: Pada Sesi Pleno Forum Kerjasama Rusia-Arab, Rusia Minta PBB Tegas Soal Palestina

PBB melanjutkan, bantuan yang masuk di hari pertama gencatan senjata ini langsung diberikan ke warga Palestina di Gaza yang membutuhkan.

(DIY)

Editor : Fudai