SURABAYA | ARTIK.ID - Acara The Great Leader yang digelar di DBL Arena, Surabaya pada 7 November 2023 kembali dikecam. Kali ini, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habiba turut buka suara.
Habiba menilai, acara tersebut menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lengah dalam menjaga netralitas di tengah tahun politik.
Baca Juga: PMII Perjuangan Unitomo Gelar Aksi di Depan DPRD Surabaya, Ketua Komisi B Turun ke Jalan
Pasalnya, acara tersebut dihadiri oleh beberapa caleg yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Acara ini jadi bahan omongan orang-orang, dalam hal ini Pemkot kecolongan, sebab acara yang katanya untuk memberi semangat anak muda malah dihadiri sama caleg-caleg," kata Habiba.
Habiba mengingatkan agar Pemkot Surabaya lebih berhati-hati dalam menggelar kegiatan publik. Apalagi, saat ini Indonesia tengah memasuki tahun politik.
Baca Juga: Abdul Malik , Sekolah Rakyat bentuk keseriusan pemerataan kualitas pendidikan di kota Surabaya.
"Kalau memang ada caleg yang ikut acara, ya, jangan pakai APBD. Pak Wali Kota juga sudah bilang, agar ASN dan jajaran pemerintahan sampai tingkat RT harus menjaga netralitas," tegas Habiba.
Habiba juga menyayangkan sikap Pemkot Surabaya yang tidak menjalankan instruksi Wali Kota Eri Cahyadi.
Baca Juga: M.saifuddin : Pembangunan Rusunami Diharapkan Jadi Solusi Perumahan Terjangkau bagi Masyarakat.
"Ini Pemkot Surabaya bikin acara, tapi malah tidak mengindahkan instruksi Pak Wali Kota. Ya, kasihan lah Pak Wali Kotanya, yang sambutan itu malah dua caleg dari partai politik," kata Habiba.
(diy)
Editor : Fuart