Akibat Pendudukan Israel, 18 Rumah Sakit Hancur, Warga Gaza Hidup Tanpa Makanan

JAKARTA | ARTIK.ID - Otoritas kesehatan di wilayah eksklave Palestina kepada Al Jazeera, Rabu (8/11), melaporkan, sebanyak 18 rumah sakit di Jalur Gaza terpaksa menghentikan pekerjaan mereka di Jalur Gaza di tengah penembakan besar-besaran dan serangan udara oleh Tentara pendudukan Israel.

“Sebanyak 18 rumah sakit, termasuk delapan fasilitas yang dikelola negara, harus menghentikan pekerjaan mereka di Jalur Gaza. Situasi di rumah sakit Gaza adalah bencana besar. Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan hal ini, terutama di wilayah utara,” ungkap saluran tersebut mengutip sebuah sumber.

Baca Juga: Badan Bantuan UNRWA Kehilangan 142 Personel Sejak Serangan Israel ke Jalur Gaza

“Rumah sakit di Gaza utara mengalami kekurangan obat-obatan, makanan dan bahan bakar,” imbuhnya

Situasi di Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan militan Hamas dari Jalur Gaza ke Israel pada tanggal 7 Oktober, sebagai tanggapan atas tindakan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa di Temple Mount Yerusalem.

Baca Juga: Pasok Komponen Drone Shahed, Perusahaan Indonesia, Surabaya Hobby CV Kena Sanksi AS

Sebelumnya tentara Israel telah terbiasa membunuh dan membantai warga Palestine, namun pembantaian saat ini adalah yang terbesar melampaui tingkat genosida

Israel sendiri telah menyatakan pengepungan total terhadap Jalur Gaza dan mulai melancarkan serangan terhadap wilayah tersebut serta sebagian wilayah Lebanon dan Suriah.

Baca Juga: Israel Umumkan Perluas Invasi ke Jalur Gaza Selatan, Warga Diminta Mengungsi

(DIY)

Editor : Fudai