Menlu Iran Minta Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB Selidiki Kejahatan Israel

Iranian Foreign Minister Hossein Amir Abdollahian © Alexander Shcherbak/TASS
Iranian Foreign Minister Hossein Amir Abdollahian © Alexander Shcherbak/TASS

JAKARTA | ARTIK.ID - Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian meminta Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB untuk mengambil tindakan guna segera melindungi hak-hak rakyat Palestina dan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan perang yang dilakukannya.

Hal itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Islam dalam sebuah pernyataan di akun X.

Baca Juga: Unit Tempur Rusia Musnahkan 200 Tentara Ukraina di Krasny Liman

Dalam suratnya kepada Volker Turk, menteri Iran mengecam pelanggaran berat dan sistematis yang dilakukan rezim Zionis terhadap hak asasi manusia warga Palestina.

Menurutnya, Saat ini Teheran mengharapkan PBB mengambil langkah-langkah untuk segera menghentikan kekerasan dan menahan mereka yang melakukan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan untuk dipertanggungjawabkan.

"Impunitas seperti ini telah memberikan keberanian bagi rezim Zionis untuk melakukan kejahatan. Komunitas internasional, termasuk badan tertinggi hak asasi manusia PBB, harus secara serius memenuhi tugasnya untuk meminta pertanggungjawaban rezim Zionis,” kata diplomat top Iran tersebut.

Baca Juga: Zionis Israel Menjeda Serangan 4 Jam untuk Mengusir Warga Gaza dari Tanah Air Mereka

Menurut Abdollahian, retorika pemerintah Israel seiring dengan serangan Israel yang terus berlanjut di Jalur Gaza menunjukkan bahwa ini adalah kampanye genosida terhadap rakyat Palestina.

“Serangan rezim Zionis menjadi begitu intensif sehingga menunjukkan bahwa serangan tersebut ditujukan untuk pembunuhan massal rakyat Palestina di Gaza,” ungkapnya.

Bahkan dirinya menyebut, bahwa pengungsian paksa rakyat Palestina oleh Israel dan tindakan militernya di Gaza sangat bertentangan dengan hukum internasional.

Baca Juga: UE Mulai Campur Tangan Kepentingan Rusia di Asia Tengah dan Kaukasus Selatan

“Warga Palestina tidak aman dimanapun di Gaza, karena rezim Israel memberlakukan ‘blokade total’ di jalur kecil tersebut dan secara ilegal memutus pasokan air, makanan, bahan bakar dan listrik ke wilayah tersebut,” kata Abdollahian.

(diy)

Editor : Fudai