Screening Film Bertajuk Ceritera, Juara Satu di Festival Film Surabaya

avatar Artik News
Sutradara Film bertajuk "Ceritera" Bima Andi, © Fudaili/ARTIK
Sutradara Film bertajuk "Ceritera" Bima Andi, © Fudaili/ARTIK

SURABAYA | ARTIK.ID - Komunitas Film Anak Kampung (KFAK) Surabaya melakukan serangkaian kegiatan Screening Film yang merupakan bagian dari siklus produksi dari film yang dirilis. Film tersebut berjudul "Ceritera"

Screening Film digelar di Gedung KORIDOR COWORKING SPACE, Siola Lantai 3 Surabaya, Sabtu (15/07/2023).

Baca Juga: APBD 2025 Surabaya Naik ke 11,920 Triliun, Reni Astuti Minta Optimalisasi PAD dari Sektor Non PKB

Sutradara Film bertajuk "Ceritera" Bima Andi mengatakan, film menceriterakan sebuah keluarga yakni ayah dan anak yang mengalami problematika keluarga yang sangat susah untuk bertemu antara satu sama lain.

Bima mengaku, ini adalah film ketiga dan terinspirasi dari dirinya sendiri, yakni sebuah keinginan untuk mempunyai keluarga yang harmonis.

"Emang sih film ini sangat personal, Pesan yang ingin saya sampaikan, sebenarnya pesan pada diri sendiri, saya ingin sekali punya punya keluarga yang raket gitu," ujarnya sembari tertawa seakan bersedih.

"Jadi saya buat film ini nggak gamblang soal keluarga, tapi sebenarnya maksudnya ya soal keluarga," imbuhnya.

Dalam Ajang Festival Film Surabaya, Bima mengaku tidak menyangka kalau "Ceritera" akan menjadi juara satu, sebab dirinya merasa meski filmnya ini cukup keren, tapi ada sesuatu di belakang layar. Bima mengaku awalnya "Ceritera" berdurasi 20 Menit, kemudian dipotong menjadi 12 menit.

"Gimana tuh, bisa hancur kan alurnya," tutur Bima.

Hal serupa juga dipaparkan oleh musik director Samsul Moarif Setiawan, berceritera lebih jauh soal "Ceritera", menurutnya ada beberapa kendala yang sekaligus menjadi tantangan, yakni masalah gear yang memang masih kurang memadai.

Baca Juga: Eri Cahyadi Sebut Dana PKB akan Dialokasikan untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan

Tim KAFAK, © Fudaili/ARTIKTim KAFAK, © Fudaili/ARTIK

"Untuk soal gear itu kita memang berat kan, dari sisi harga cukup mahal, meski begitu kita dan teman-teman KAFAk tetap berupaya berkarya seoptimal mungkin," kata Samsul.

Samsul mengaku sangat puas. Selama berproses dengan teman-teman KAFAK Samsul mengatakan sudah tiga kali produksi, dan semua kekurangan yang ada berubah menjadi tantangan.

"Project pertama berjudul Seribu Keping, yang kedua "Mana" masuk dalam film pilihan Kemenparekraf, dan yang ketiga ini "Ceritera" juara satu," pungkasnya.

(diy)

Baca Juga: Bangun Karakter Anak, Pemkot Surabaya dan ACI Gelar 'Arek Suroboyo Goes To School'

 

 

 

 

Editor : Jabrik