artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Pemkot Surabaya Perkuat Perlindungan Ojol Perempuan, Siapkan Jaminan Sosial hingga Pelatihan Usaha

avatar Mohammad
  • URL berhasil dicopy

Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan bagi pengemudi ojek online (ojol), khususnya perempuan. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada ojol perempuan, tetapi juga seluruh pengemudi ojol di Kota Pahlawan. Saat ini, jumlah pengemudi ojol di Surabaya diperkirakan mencapai 21.000 hingga 22.000 orang, dengan 1.008 di antaranya merupakan perempuan.

Menurut Agus, pekerjaan sebagai pengemudi ojol memiliki risiko tinggi sehingga perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan menjadi prioritas utama. Seluruh pengemudi yang masuk dalam program didaftarkan sebagai peserta agar memperoleh perlindungan jika mengalami kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.

Sejak Januari 2026, lebih dari 10 pengemudi telah menerima manfaat program tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi santunan kematian hingga beasiswa pendidikan bagi anak korban sampai jenjang perguruan tinggi. Program ini diharapkan mampu mencegah munculnya kemiskinan baru ketika pencari nafkah utama mengalami musibah.

Selain perlindungan sosial, Pemkot Surabaya juga membuka berbagai pelatihan keterampilan bagi ojol perempuan, seperti menjahit dan bidang usaha lainnya. Program ini dirancang agar para peserta memiliki peluang memperoleh penghasilan tambahan dari rumah, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pekerjaan di jalan.

Pemerintah juga berupaya membantu penyediaan peralatan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk CSR dan Baznas. Namun, Agus menilai keberhasilan program tidak hanya bergantung pada bantuan alat, melainkan juga pendampingan, perubahan pola pikir, serta penguatan mental agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Surabaya, Ida Widayati, mengatakan program pemberdayaan juga menyasar perempuan penyandang disabilitas agar semakin mandiri secara ekonomi.

Ia mengungkapkan, sejak 2025 sekitar 150 ojol perempuan telah mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari kelas memasak, tata rias (makeup artist), hingga pemeriksaan kesehatan reproduksi bekerja sama dengan rumah sakit.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, agar pengemudi ojol perempuan memiliki sumber penghasilan alternatif sehingga dapat mengurangi waktu bekerja di jalan.

Meski demikian, Ida mengakui pemberdayaan ekonomi membutuhkan proses yang tidak singkat. Tantangan terbesar adalah membangun semangat berwirausaha karena penghasilan sebagai pengemudi ojol dapat diperoleh setiap hari, sedangkan usaha hasil pelatihan memerlukan waktu hingga mampu menghasilkan keuntungan yang stabil.

Editor :