SURABAYA — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Abdul Malik, menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak putus sekolah dengan membantu mereka kembali mengenyam pendidikan. Bahkan, bantuan tersebut diberikan menggunakan dana pribadi agar anak-anak yang sempat kehilangan arah dapat kembali melanjutkan sekolah hingga lulus jenjang pendidikan dasar.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap upaya mewujudkan Surabaya sebagai kota layak anak. Abdul Malik menilai pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan generasi muda dan masa depan Kota Surabaya.
“Kami tidak ingin ada anak-anak Surabaya kehilangan harapan hanya karena persoalan biaya pendidikan. Mereka harus tetap punya kesempatan belajar dan meraih cita-cita,” ujar Abdul Malik pada Warta Artik.id, Jumat (26/6).
Abdul Malik mengatakan, dirinya sengaja turun langsung menemui anak-anak yang sempat berhenti sekolah untuk memberikan dukungan moral sekaligus bantuan pendidikan. Ia berharap langkah tersebut dapat memotivasi mereka agar kembali percaya diri dan berani menata masa depan.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar simbolis. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal pendidikan anak-anak tersebut hingga menyelesaikan sekolah dasar.
“Anak-anak ini harus kembali punya semangat belajar. Masa depan mereka masih panjang dan harus diperjuangkan bersama,” katanya.
dirinya menambahkan,Persoalan anak putus sekolah tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, upaya menghadirkan akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama.
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya akan terus mendorong berbagai program yang berpihak kepada masyarakat, termasuk pemenuhan hak pendidikan anak. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan komitmen menjadikan Surabaya sebagai kota layak anak.
Politisi Muda PDI Perjuangan Surabaya itu menegaskan, masa depan Surabaya sangat ditentukan dari bagaimana kota ini menjaga dan memperjuangkan masa depan anak-anaknya. tidak boleh ada generasi muda yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Jika anak-anak Surabaya bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan pendidikan yang layak, maka masa depan kota ini juga akan semakin baik,” tuturnya.
Perhatian terhadap anak putus sekolah dinilai menjadi bagian penting dalam pembangunan sosial di Kota Surabaya. Selain mencegah meningkatnya angka putus sekolah, langkah tersebut juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak.
Kepedulian terhadap pendidikan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Karena itu, dukungan langsung kepada anak-anak yang membutuhkan dinilai menjadi langkah konkret untuk menjaga masa depan generasi muda.
Dengan upaya tersebut, Abdul Malik berharap semakin banyak pihak yang tergerak membantu anak-anak kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota Layak Anak. (rda)
Editor : rudi