artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Ribuan Mahasiswa Kepung Grahadi, Polisi Kerahkan 1.249 Personel dan Tutup Sejumlah Ruas Jalan

avatar fuday
  • URL berhasil dicopy
Aksi Mahasiswa, Rabu (17/6/2026), Kepung Gedung Negara Grahadi, Surabaya. ARTIK.id/sam
Aksi Mahasiswa, Rabu (17/6/2026), Kepung Gedung Negara Grahadi, Surabaya. ARTIK.id/sam

SURABAYA – Aparat kepolisian mengerahkan 1.249 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di sekitar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/6/2026). Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, termasuk penjagaan objek vital dan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama Kota Pahlawan.

Kawasan Grahadi sejak siang dipadati massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Polisi memperketat pengamanan dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, sementara rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga situasi tetap kondusif.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi mengatakan total 1.249 personel diterjunkan dalam operasi pengamanan aksi unjuk rasa tersebut. Seluruh kekuatan gabungan telah disebar di area yang dinilai rawan, terutama di sekitar Gedung Negara Grahadi.

“Total ada 1.249 personel pengamanan yang diturunkan hari ini,” kata AKP Hadi, Rabu (17/6/2026).

Jumlah tersebut terdiri dari 830 personel Polda Jawa Timur, 399 personel Polrestabes Surabaya bersama jajaran Polsek, serta 20 personel pendukung dari instansi terkait. Dukungan itu mencakup tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Surabaya dan satu unit ambulans dari Dinas Kesehatan.

Di sisi lain, pengamanan lalu lintas juga diperkuat. Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Bayu Galih Raditya mengungkapkan sebanyak 75 personel Satlantas disiagakan untuk mengatur arus kendaraan di sejumlah titik sentral kota.

Petugas ditempatkan di kawasan Jalan Darmo, Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Gubernur Suryo yang menjadi pusat konsentrasi massa aksi.

“Kita persiapkan personel di seputaran Jalan Darmo, Jalan Basuki Rahmat, dan Grahadi,” ujar Bayu.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada instruksi khusus terkait penyekatan jalan secara menyeluruh. Kebijakan pengalihan maupun rekayasa arus lalu lintas akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

“Untuk pengalihan dan rekayasa lalu lintas sifatnya situasional, melihat kondisi yang ada,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, ribuan mahasiswa telah memadati area sekitar Gedung Negara Grahadi. Sejumlah fasilitas pengamanan juga terlihat disiapkan, mulai dari kawat berduri, kendaraan taktis kepolisian, ambulans, hingga mobil pemadam kebakaran yang terparkir di kawasan gedung pemerintahan tersebut.

Seiring meningkatnya aktivitas massa, aparat mulai menutup Jalan Gubernur Suryo yang berada tepat di depan Grahadi. Penutupan ini berdampak pada perubahan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan sekitar pusat Kota Surabaya.

Pengendara dari Jalan Basuki Rahmat menuju arah Grahadi dan Balai Kota dialihkan untuk melanjutkan perjalanan ke Jalan Embong Malang. Sementara kendaraan yang melintas dari Jalan Tunjungan menuju Grahadi diarahkan berbelok ke kanan menuju Jalan Embong Malang.

Adapun kendaraan dari arah Jalan Ondomohen menuju Jalan Wali Kota Mustajab diarahkan untuk tetap melaju lurus menuju kawasan Jalan Genteng guna menghindari titik konsentrasi massa aksi.

Editor :