SURABAYA - Festival Rujak Uleg 2026 kembali menjadi pesta rakyat yang menyedot perhatian warga Surabaya. Acara yang digelar di Surabaya Expo Center (SUBEC), Sabtu (9/5/2026), dipenuhi ribuan pengunjung yang datang untuk menikmati warisan kuliner khas Kota Pahlawan dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733.
Tidak hanya warga Surabaya, masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur juga ikut memadati lokasi festival. Tahun ini, Festival Rujak Uleg mengangkat tema “Rujak Phoria” yang menghadirkan suasana berbeda dan lebih meriah.
Tema tersebut terinspirasi dari euforia Piala Dunia 2026. Nuansa sepak bola tampak di berbagai sudut acara, mulai dari dekorasi, atribut peserta, hingga lomba fashion show bertema Sport Fashion dalam Surabaya World Fashion Carnival.
Konsep itu membuat festival terasa lebih segar dan semakin dekat dengan kalangan muda. Meski dikemas modern, identitas budaya lokal tetap menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut.
Di tengah padatnya pengunjung, aroma rujak cingur berpadu dengan riuh suara warga dan kreativitas kostum para peserta. Festival ini bukan hanya menjadi ajang kuliner, tetapi juga ruang kebersamaan dan simbol kebanggaan warga Surabaya terhadap budaya daerahnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi. Menurutnya, Festival Rujak Uleg telah berkembang menjadi pesta rakyat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat luar biasa. Yang ikut mengulek hari ini sangat beragam, mulai dari pengurus hotel, RW, pelaku SWK, hingga perguruan tinggi. Ini benar-benar menjadi pesta rakyat warga Surabaya,” ujar Eri.
Ia menilai kekuatan utama Festival Rujak Uleg terletak pada semangat guyub dan kebersamaan warga. Karena itu, festival tersebut dinilai layak masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN).
Menurut Eri, rujak uleg bukan sekadar makanan khas, tetapi simbol yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat di Surabaya.
Tahun ini, peserta festival juga tampil semakin kreatif. Perwakilan RW hadir dengan 36 meja peserta. Selain itu, pelaku sentra wisata kuliner, sektor perhotelan, komunitas, hingga perguruan tinggi ikut memeriahkan acara.
Eri berharap Festival Rujak Uleg ke depan semakin besar dan terus memperlihatkan kuatnya budaya kekeluargaan di Kota Surabaya.
Selain menjadi agenda budaya, festival ini juga dinilai memberi dampak besar terhadap sektor ekonomi dan pariwisata. Setelah masuk dalam Karisma Event Nusantara sejak 2023, jumlah wisatawan yang datang ke Surabaya disebut terus meningkat.
Tahun 2026 juga menjadi momen spesial bagi Surabaya. Selain Festival Rujak Uleg, event unggulan lainnya, Surabaya Vaganza, turut masuk dalam daftar 125 event terbaik nasional.
“Ketika event masuk KEN, dampaknya sangat besar terhadap kunjungan wisatawan. Ini tentu ikut menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata Kota Surabaya,” jelas Eri.
Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menyebut pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Surabaya dan Jawa Timur.
Ia mengapresiasi Festival Rujak Uleg yang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara 2026 untuk ketiga kalinya.
Menurut Eni, festival budaya seperti ini tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang bersama dalam ekosistem pariwisata. (red)
Editor : Fudai