PT PLN (Persero) berkomitmen untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025.
PLN mengerahkan segala upaya untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil dan andal, agar masyarakat dapat memperingati Ramadhan dan Idul Fitri dengan tenang dan menyenangkan.
Baca Juga: Pegawai PLN UIP2B JAMALI Gelar Bersih-bersih Lingkungan Waduk Situ Gintung dan Olah Sampah
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN telah menetapkan Masa Siaga Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H mulai pada tanggal 17 Maret s.d. 11 April 2025 dengan menyiapkan secara matang seluruh infrastruktur kelistrikan, memastikan masyarakat menikmati Ramadhan dan Idul Fitri 2025 dengan aman dan nyaman
Koordinator Posko Siaga PLN, Dispriansyah, menyampaikan bahwa pada periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan Beban Puncak Nasional sebesar 45.462 MW, dengan Daya Mampu Pasok sebesar 54.593 MW, sehingga terdapat Cadangan Daya sebesar 9.131 MW atau 20,09%.
Pada periode siaga Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 H / 31 Maret 2025, diperkirakan Beban Puncak Nasional sebesar 33.551 MW, dengan Daya Mampu Pasok sebesar 53.785 MW, sehingga terdapat Cadangan Daya sebesar 20.234 MW atau 60,31%. Beban Puncak Idul Fitri 2025 tumbuh sebesar 7,49 % dari tahun 2024 namun turun sebesar 29,03% dari Beban Puncak hari normal.
Dispriansyah menambahkan bahwa PLN juga telah melakukan assessment dan pemeliharaan preventif pada instalasi pembangkit, transmisi dan distribusi khususnya di tempat ibadah utama, jalur mudik dan lokasi penting lainnya di setiap wilayah dan berkomitmen untuk tidak melakukan pekerjaan yang terencana selama periode siaga kecuali dalam kondisi emergency.
Sementara itu, proyeksi kondisi kelistrikan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, sistem Jawa, Madura, dan Bali juga dalam kondisi aman dengan Daya Mampu Pasok 36.602 MW, Beban Puncak 21.891 MW, Beban Terendah 16.116 MW, Cadangan 14.711 MW.
Khusus pengamanan sistem kelistrikan di Jawa, Madura, dan Bali, PLN UIP2B Jamali melakukan strategi menyiapkan cadangan putar lebih besar dibandingkan waktu regular, mengatur pola operasi dengan mempertimbangkan fenomena tegangan lebih serta melakukan operasi regional balance dengan meminimalkan transfer daya antar sub sistem (barat/ timur).
Hal yang sama juga dilakukan di pusat kegiatan Idul Fitri di Jabodetabek. PLN UIP2B Jamali, telah menjalankan pola operasi keandalan yakni menyiapkan konfigurasi jaringan transmisi yang memenuhi kriteria keandalan N-1 hingga N-1-1, meningkatkan kewaspadaan baik teknis dan non-teknis untuk kesiapsiagaan tanggap darurat.
Guna menjaga keandalan pasokan listrik, PLN UIP2B Jamali menyiapkan posko siaga yang dilengkapi dengan personel khusus, terdiri dari tim dispatcher yang bekerja secara real time 24 jam nonstop mengamankan pasokan Energi Primer dengan HOP yang mencukupi dalam setiap pola operasinya.
Tak hanya dispatcher, PLN UIP2B Jamali juga mengerahkan tim SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), tim Proteksi Sistem, tim Telekomunikasi, serta tim pendukung lainnya baik dari pegawai maupun tenaga alih daya yang siap menjaga keandalan pasokan listrik dengan total secara keseluruhan sejumlah 539 personil.
PLN UIP2B Jamali juga meningkatkan koordinasi dengan pengamanan TNI dan POLRI serta stakeholder terkait dalam upaya mengamankan Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan strategis, baik yang ada di Unit Induk maupun di Unit Pelaksana yang tersebar dari Jakarta sampai Pulau Bali.
Selain mengerahkan personel, PLN UIP2B Jamali juga menyiapkan peralatan pendukung, kendaraan pendukung dan material cadang gangguan tersedia dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kelancaran selama masa siaga agar pelayanan PLN berjalan dengan normal.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem, E. Haryadi, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam Siaga Pengamanan Pasokan Listrik Periode Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H / 2025 M. Haryadi berharap selama masa siaga dan seterusnya pasokan listrik stabil dan andal.
- “Semoga persiapan mengawal momen Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H dapat berjalan lancer, tidak ada gangguan yang berarti dan sebesar apapun tantangan dapat diatasi dengan sebaik-baiknya dengan sinergi dari seluruh tim.” tutup Haryadi, Sabtu(29/3/2025).
Editor : Fudai