Jalan Nasional Maruni Terbelah, BPJN Sebut Kerusakan Disebabkan oleh Hidrodinamika Laut

Foto: Amatus Rahakbauw
Foto: Amatus Rahakbauw

MANOKWARI | ARTIK.ID - Ruas jalan Nasional Manokwari-Bintuni di Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari mengalami kerusakan parah. Bagian badan jalan terbelah dan sebagian jatuh ke laut, membuat lebar jalan semakin sempit dan sulit dilalui oleh pengendara kendaraan roda dua dan roda empat.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa kerusakan ini sangat mengkhawatirkan. Kondisi jalan yang rusak ini mengancam keselamatan warga dan bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Baca Juga: Kafilah Kaimana Juara Umum MTQ X Tingkat Provinsi Papua Barat

“Kondisi jalan yang rusak ini sangat berbahaya dan bisa mengancam nyawa pengguna jalan,” ujar salah seorang warga di tempat, Sabtu (6/7)

Menanggapi situasi ini, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Manokwari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), A.W. Pradana, S.ST., menjelaskan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh hidrodinamika laut yang menggerus tanggul dan mengakibatkan pergeseran tanah dasar jalan.

“Proses perbaikan dan pemulihan kondisi jalan yang rusak akan dilakukan setelah pekerjaan pembangunan pelindung abrasi pantai oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat selesai,”Saat ini, perbaikan jalan masih menunggu penyelesaian pembangunan pelindung abrasi pantai.

“Sebagian sisi badan jalan berada tepat di bibir pantai dan terkena dampak abrasi,” tambah Pradana.

Baca Juga: Pesparawi Kota Sorong Sukses, Pendeta Lewier Anak-anak Mbaham Mata Lebih Giat Berlatih

Untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan, telah dipasang rambu-rambu peringatan di lokasi tersebut.

“Kami berharap pemasangan rambu-rambu ini dapat mengurangi risiko bagi warga Papua Barat sebagai pengguna jalan,” ujar Pradana.

Koordinasi dengan BWS terus dilakukan, namun perbaikan jalan akan dimulai setelah pelindung abrasi selesai dibangun.

Baca Juga: Buronan Kasus Pemilu 2024 di Papua Barat Ditangkap Tim Gabungan Intelijen Kejati dan TNI AD

“Kami sudah berkoordinasi dengan BWS dan masih menunggu penyelesaian pekerjaan pelindung abrasi agar jalan yang rusak ini bisa segera ditangani,” tutupnya.

 

Editor : Jabrik