Pemulihan Paska Bencana, PLN UBP Priok Bangun Sanitasi di Wilayah Terdampak Lahar Dingin Sumbar

JAKARTA | ARTIK.ID - PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Priok berpartisipasi dalam penyediaan fasilitas pemulihan paska bencana dilokasi bencana banjir lahar dingin Sumatera Barat.

Bencana banjir lahar dingin ini disebabkan oleh tingginya curah hujan di Gunung Marapi. Dalam kejadian ini setidaknya empat kabupaten terdampak dan menimbulkan kerusakan yang cukup parah antara lain Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga: Risiko Geopolitik dan Teknologi Hijau dalam Membentuk Masa Depan Energi Global

Baca Juga:

Pembangunan fasilitas yang diberikan dalam rangka pemulihan paska bencana berupa fasilitas sanitasi toilet umum diwilayah terdampak bencana. Dalam pelaksanaannya, PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Priok bekerjasama dengan Human Initiative sebagai fasilitator bantuan.

Sejumlah kerusakan yang terjadi akibat dari bencana lahar dingin ini menyebabkan terbatasnya fasilitas umum yang dapat digunakan. Terkebih lagi keberadaan fasilitas sanitasi menjadi salah satu kebutuhan vital bagi warga terdampak.

Baca Juga: Pegawai PLN UIP2B JAMALI Gelar Bersih-bersih Lingkungan Waduk Situ Gintung dan Olah Sampah 

Penyediaan fasilitas ini diharapkan menjadi penunjang kebutuhan dasar bagi warga terdampak bencana banjir lahar dingin.

General Manager PLN Indonesia Power (PLN IP) UBP Priok, IGAN Subawa Putra dalam siaran pers, Senin (10/6), menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya bencana banjir lahar dingin serta apresiasi terhadap penyediaan bantuan bencana di Sumatra Barat ini.

“Kami turut berduka atas bencana banjir lahar dingin yang melanda Sumatra Barat. Diharapkan dengan penyediaan fasilitas sanitasi berupa toilet umum ini dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana,” ujar Subawa.

Baca Juga: PLN Gelar Aksi Bersih Lingkungan dan Olah Sampah di 54 Lokasi se Indonesia

Komitmen dan dukungan terhadap korban bencana banjir ini penting untuk meningkatkan semangat para korban.

Lebih dari itu, juga sebagai upaya memberikan percepatan pemulihan paska bencana bagi para korban terdampak. (win)

Editor : Mohammad