BNPB Serahkan Dukungan Operasional Bencana 200 Tuta Rupiah ke Pemkab Landak

JAKARTA | ARTIK.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan operasional berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai 200 juta rupiah kepada Pemerintah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Senin (27/5), lalu.

Pemberian dana DSP itu dilakukan guna mendukung segala upaya penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah itu yang terjadi sejak sepekan lalu.

Baca Juga: Hadir di World Water Forum ke 10 di Bali, BNPB Dorong Kolaborasi Global Atasi Krisis Air

Penyerahan DSP itu dilakukan oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Deputi 5) BNPB Lilik Kurniawan kepada Pj. Bupati Landak Gutmen Nainggolan di pendopo Bupati Landak yang disaksikan oleh sejumlah perangkat Forkopimda Kabupaten Landak.

Lilik Kurniawan dalam rilisnya, Rabu (29/5) mengatakan, pemberian DSP itu merupakan perintah dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Kehadiran Deputi 5 sebagai representasi BNPB di Kabupaten Landak itu sekaligus untuk memastikan bahwa penanganan darurat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Landak dapat berjalan dengan baik, khususnya dalam ihwal keselamatan masyarakat.

Di samping itu BNPB juga menyerahkan dukungan berupa peralatan dan logistik mencakup perahu karet dan mesin 1 unit, tenda pengungsi 2 unit, velbed 25 unit, sembako 200 paket, makanan siap saji 200 paket, hygiene kit 200 paket, selimut 200 paket, matras 200 unit, chainsaw 5 unit, alat pertukangan 5 unit, pompa alcon 5 unit dan pompa apung 5 unit.

Baca Juga: Mendukung Penanganan Erupsi Gunung Ibu, 16 Ton Bantuan Logistik BNPB Tiba di Hamahera Barat

"Kita akan terus mengawal penanganan darurat di Kabupaten Landak dengan mengerahkan tim yang akan mendampingi Pemerintah Kabupaten Landak dalam melaksanakan upaya penanganan darurat," tutur Lilik.

Mantan Deputi Pencegahan BNPB itu menekankan tentang pentingnya upaya pencegahan termasuk mitigasi dan kesiapsiagaan. Sebab, bencana banjir ini dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari faktor cuaca termasuk bagaimana tata kelola lingkungan.

Baca Juga: Seluas 95 Hektar Hutan di Gunung Ciremai Hangus Dibakar si Jago Merah

Oleh sebab itu, tanpa ada tindakan untuk memperbaiki lingkungan maka masalah banjir akan selalu menghantui.
"Setidaknya, jika tidak mampu menyelesaikan 100 persen namun upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan ini dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan," paparnya.

 

Editor : Jabrik