Inovasi Terobosan, Limbah Tandusan di Jembrana Dikonversi Menjadi Pakan Ternak yang Berkualitas

LIMBAH : Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Dewi, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan, Jembrana melakukan fermentasi limbah tandusan untuk pakan ternak. (foto:Istimewa)
LIMBAH : Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Dewi, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan, Jembrana melakukan fermentasi limbah tandusan untuk pakan ternak. (foto:Istimewa)

JEMBRANA | ARTIK.ID - Jembrana menjadi saksi akan inovasi yang benar-benar mencengangkan. Pengolahan limbah tandusan, yang sebelumnya dianggap sebagai sampah, kini diubah menjadi pakan ternak yang bermanfaat, membawa dampak positif bagi para petani dan peternak di daerah tersebut.

Menurut Luh Suariani, seorang akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (FP-Unwar), limbah tandusan memiliki potensi besar sebagai sumber nutrisi untuk pakan ternak setelah melalui proses fermentasi. "Fermentasi pada limbah tandusan dapat meningkatkan kualitas nutrisi dan daya cerna bagi ternak," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Jembrana Kembali Salurkan Program Boga Tresna Werdha, Bantu Kebutuhan Gizi Lansia Terlantar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi pada ampas kelapa dapat meningkatkan kandungan protein kasar dari 5,78 persen menjadi 11,84 persen, sementara serat kasar dapat menurun dari 15,47 persen menjadi 11,23 persen. Ini menandakan bahwa limbah tandusan yang telah diolah melalui fermentasi menjadi pakan ternak yang lebih bergizi dan mudah dicerna oleh ternak.

Baca Juga: Pertama di Bali, Jembrana dapat Mesin Pengolah Sampah Menjadi RDF

Luh Suariani, yang juga menjabat sebagai Kaprodi Peternakan di FP-Unwar, menjelaskan bahwa pengolahan limbah tandusan ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan, dengan mengurangi penumpukan sampah serta menyediakan pakan ternak yang terjangkau bagi peternak.

Salah satu kelompok yang telah mencoba inovasi ini adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Kusuma Dewi, Dusun Segah, Desa Asahduren, Pekutatan, Jembrana. KWT Kusuma Sari dipilih karena kelompok ini telah memproduksi limbah tandusan secara berkelanjutan, namun pengelolaan limbah belum optimal.

Baca Juga: Pemkab Jembrana Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila

Kelapa merupakan salah satu hasil pertanian yang paling tinggi di Kabupaten Jembrana. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan para petani dan peternak di daerah tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka. Selain itu, upaya pengolahan limbah pertanian lainnya juga akan terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan.(*)

Editor : LANI