SURABAYA | ARTIK.ID - Puluhan orang yang tergabung dalam Padepokan Kera Sakti terlibat pengeroyokan terhadap dua orang pejalan kaki di Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (14/1) malam. Akibatnya, dua korban mengalami luka-luka.
Kejadian bermula saat rombongan Padepokan Kera Sakti yang berjumlah sekitar 150 orang melakukan konvoi keliling Surabaya.
Baca juga: Semarakkan HJKS 2026, Pemkot Surabaya-Bank Jatim Tebar Tiket Wisata Rp733
Saat melintas di Jalan Tunjungan, rombongan tersebut terlibat adu mulut dengan dua orang pejalan kaki.
Adu mulut tersebut kemudian berujung pada pengeroyokan. Sekitar 20 orang dari rombongan Padepokan Kera Sakti mengeroyok dua orang pejalan kaki tersebut.
Pengeroyokan menggunakan tangan kosong, namun ada pula yang menggunakan palu.
Akibat pengeroyokan tersebut, dua korban mengalami luka-luka. Satu korban mengalami luka di kepala dan satu korban lainnya mengalami luka di tangan.
Baca juga: Cak Yebe: May Day 2026, Asta Cita Harus Jadi Arah Kebijakan Ketenagakerjaan di Surabaya
Polisi yang mendapat laporan dari masyarakat langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi berhasil mengamankan tiga orang dari rombongan Padepokan Kera Sakti.
Tiga orang tersebut yakni, Hengki Aseptiyan (19), penjaga warkop 27 bambe, asal Dsn. Sawahgoro Ds. Talang kembar kec. Montong Kab. Tuban.
Ahmad Wildan (17), pelajar SMK 1 Driyorejo Kelas 2, warga Perum Bukit Bambe Driyorejo Gresik.
Baca juga: Dispendik Surabaya Ubah Porsi Penilaian SPMB Jalur Prestasi Pakai Nilai TKA dan Rapor
Yustinus Vicki Saputra (16), pelajar kelas x SMA Santo Yusuf, warga Perum Bukit Bambe Blok EG 22 Kel. Bambe Driyorejo Gresik.
Ketiga orang tersebut kemudian dibawa ke Polsek Wonokromo untuk dimintai keterangan. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini.
(ara)
Editor :