MALANG | ARTIK.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan pabrik Kapiten Nusantara milik Pondok Pesantren An Nur II Al Murtadlo di Kabupaten Malang, Sabtu (9/12).
Peresmian ini menjadi langkah penting untuk mengembangkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.
Baca juga: Pasar Murah di Gunung Anyar Jual Beras Rp11 Ribu dan Minyak Rp13 Ribu, Khofifah Turun Langsung
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya inovasi ekonomi di sektor pesantren sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Khofifah menyampaikan apresiasinya terhadap program OPOP yang menghubungkan dunia pesantren dengan sektor industri, membawa dampak positif bagi pengembangan potensi ekonomi lokal.
Pabrik Kapiten Nusantara, yang diresmikan oleh Gubernur Khofifah, merupakan salah satu wujud nyata implementasi program OPOP.
"Pabrik ini merupakan hasil usaha mandiri Ponpes An Nur II Al Murtadlo, sebagai sinergi antara pendidikan pesantren dan produksi industri," Kata Khofifah.
Pabrik tersebut difokuskan pada pengolahan produk lokal dengan standar kualitas tinggi.
Baca juga: Khofifah Indar Parawansa Cek Harga Sembako di Pasar Klojen Malang, Stok Beras SPHP Jadi Sorotan
Hadir juga pada kesempatan itu, tokoh agama, pejabat pemerintahan dan masyarakat setempat, serta disaksikan ribuan santri yang memenuhi gedung pertemuan pondok pesantren.
Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor ekonomi pesantren melalui program OPOP.
"Saya berharap agar model ini dapat diterapkan secara luas di seluruh Jawa Timur untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru," papar Khofifah.
Menurutnya, peresmian Pabrik Kapiten Nusantara di Ponpes An Nur II Al Murtadlo Malang akan menciptakan momentum positif bagi pengembangan ekonomi pesantren di Jawa Timur.
Baca juga: Ketua UMUM RRI Minta Raperda Olahraga Jatim Lebih Berpihak kepada Atlet
"Dengan terus menggalakkan program OPOP, diharapkan akan muncul lebih banyak inovasi dan kerjasama antara pesantren dan industri," imbuh Khofifah.
Dengan begitu, Jawa Timur bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui pendekatan kolaboratif yang berkelanjutan.
(ara)
Editor :