artik.id skyscraper
artik.id skyscraper

Ratusan Mahasiswa Kepung Bundaran HI, Desak Prabowo Hentikan Program Makan Gratis

avatar fuday
  • URL berhasil dicopy
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi soal MBG di kawasan HI Jakarta
Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi soal MBG di kawasan HI Jakarta

SURABAYA – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat. Mereka memprotes sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat.

Dalam aksi tersebut, massa menuntut Presiden Prabowo Subianto menghentikan pengeluaran negara yang dianggap tidak efisien, termasuk mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.

Aksi berlangsung di tengah meningkatnya kritik publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir turut menjadi salah satu isu yang diangkat para demonstran.

"Harga BBM naik dan kehidupan kami semakin sulit," ujar seorang mahasiswa bernama Zaki di hadapan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi aksi.

Ia juga mempertanyakan kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Menurutnya, suara mahasiswa seharusnya mendapat ruang dalam proses demokrasi.

Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan aparat kepolisian membentuk barikade untuk menghalau massa yang bergerak menuju Bundaran HI. Beberapa demonstran terlihat mencoba menerobos barikade tersebut sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.

Dalam rekaman video yang beredar, beberapa benda juga terlihat dilempar ke arah udara saat ketegangan meningkat. Meski demikian, hingga aksi berlangsung belum ada laporan resmi mengenai korban luka.

Di media sosial, para peserta aksi menggunakan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah yang mereka nilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Gelombang protes ini muncul kurang dari satu tahun setelah demonstrasi besar yang terjadi pada Agustus tahun lalu. Saat itu, kemarahan publik dipicu berbagai isu yang berkaitan dengan dugaan salah kelola pemerintahan dan dominasi kelompok elite.

Sorotan mahasiswa juga mengarah pada kebijakan harga BBM. Pada awal pekan ini, Pertamina menaikkan harga dua jenis BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax, dengan kenaikan yang disebut mencapai lebih dari 30 persen.

Kenaikan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di tengah tekanan anggaran negara. Sejumlah pengamat menilai berbagai program prioritas pemerintah membutuhkan alokasi dana besar sehingga memengaruhi ruang fiskal negara.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu yang paling banyak disorot. Program ini merupakan janji utama Prabowo saat kampanye Pemilihan Presiden 2024 dan dirancang untuk meningkatkan gizi anak, kualitas pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Namun, program tersebut belakangan menghadapi berbagai persoalan. Mulai dari kasus keracunan makanan massal hingga munculnya dugaan penyimpangan anggaran yang memicu kritik dari berbagai kalangan.

"Sejak awal program ini tidak memiliki kejelasan yang cukup. Sudah ada kasus keracunan massal dan sekarang muncul dugaan korupsi. Masyarakat meminta evaluasi, tetapi aspirasi itu belum mendapat respons," kata seorang mahasiswi bernama Rina.

Program Makan Bergizi Gratis memiliki anggaran sekitar 28 miliar dolar AS per tahun. Pemerintah menyebut program tersebut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun, tekanan terhadap program itu semakin menguat setelah Presiden Prabowo pekan lalu memberhentikan pimpinan lembaga yang bertanggung jawab menjalankan program tersebut menyusul munculnya kasus keracunan massal dan tuduhan korupsi. (red)

 

Editor :