JAKARTA | ARTIK.ID - Bupati Banyuwangi dan rombongannya mengalami kejadian menegangkan saat menghadiri Konferensi Internasional UNESCO Global Geopark (UGG) di Maroko.
Di mana gempa bumi berkekuatan 5,3 skala richter mengguncang wilayah Agadir, tempat konferensi berlangsung, Pada Jumat (08/09) waktu setempat.
Baca juga: Bupati Banyuwangi Dukung Penguatan Restorative Justice Lewat Program Sosial
Rombongan Bupati Banyuwangi yang menginap di sebuah hotel berjarak hanya 10 kilometer dari pusat gempa.
Gempa terasa sangat kuat dan membuat barang-barang di dalam kamar hotel berjatuhan. Rombongan Bupati Banyuwangi langsung berlari keluar hotel untuk menyelamatkan diri.
Gempa terjadi tiga kali dalam waktu singkat.
Baca juga: BPOM Jember Luncurkan “Si Pandu Aja” di Banyuwangi, Permudah Layanan Izin dan Pengaduan Digital
Namun begitu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan rombongan dipastikan selamat, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat gempa tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M.Y Bramuda, yang juga ikut dalam rombongan, mengatakan bahwa kegiatan Konferensi UGG tetap dilanjutkan meskipun ada perubahan jadwal.
Rombongan Bupati Banyuwangi tetap semangat untuk mempromosikan potensi geopark di daerahnya.
Baca juga: Rapat Paripurna DPRD Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Pastikan PBB-P2 Tidak Naik
Konferensi UGG adalah ajang pertemuan para ahli dan praktisi geopark dari seluruh dunia. Banyuwangi memiliki tiga calon geopark yang sedang diproses menjadi geopark nasional, yaitu Kawah Ijen, Alas Purwo, dan Pulau Merah.
(diy)
Editor :