SURABAYA - Legislator PDI-P Anas Karno menilai, Pasar Tunjungan mempunyai potensi besar, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang industri kreatif.
Seiring dengan keberadaan “Tunjungan Romansa” yang dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya beberapa waktu lalu, sebagai upaya menghidupkan sekitar Jalan Tunjungan menjadi destinasi wisata heritage, khususnya di malam hari.
Baca juga: Agus Mashuri Maknai Sumpah Arek Suroboyo, Wujud Persatuan Dan Keadilan Yang Beradab
Dengan adanya program baru ini, politisi yang menjadi Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut, mendukung langkah Pemkot Surabaya. Namun dia menggarisbawahi agar UMKM dan warga setempat juga dilibatkan.
Baca Juga: Video Kecelakaan, 8 Truk di Jalur Pantura Batang
Baca juga: Abdul Malik Dorong Wisata Surabaya Jadi Alternatif Aman di Tengah Cuaca Ekstrem
“Program Pemkot Surabaya ini harus memaksimalkan UMKM setempat. Warga setempat jangan hanya menjadi penonton,” kata Anas saat meninjau Pasar Tunjungan, Selasa (23/11/2021), kemarin.
Anas menegaskan, Pasar Tunjungan merupakan aset yang sangat berharga. Di masa kejayaannya, pasar yang pernah dinamakan sebagai Pasar Gelap ini pernah menjadi ikon Kota Surabaya dan sangat cocok disinkronkan dengan program Pemkot.
Baca juga: Lewat Doa Lintas Agama, Ajeng Wira Wati Ajak Warga Surabaya Awali 2026 Dengan Doa dan Solidaritas
“Pasar Tunjungan merupakan aset yang berharga pada segi empat emas (Kawasan Tunjungan), sehingga mampu menjadi daya tarik wisata yang hendak belanja,” pungkasnya.
Ia mengatakan, revitalisasi kawasan Tunjungan juga dapat dijadikan ajang mewadahi kreativitas milenial dengan beragam kreatifitasnya. (lin)
Editor : Fudai