SURABAYA — Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tarung Derajat Antarpelajar Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup III 2026 menjadi salah satu upaya Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur memperkuat regenerasi atlet.
Kejuaraan yang digelar di GOR CLS Surabaya pada 28–30 Agustus 2026 tersebut diikuti 93 atlet dari 13 provinsi di Indonesia.
Baca juga: Raperda Perubahan APBD 2026, PKS Surabaya Soroti PAD hingga Pinjaman Rp1,4 Triliun
Ketua Umum KODRAT Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono mengatakan, BHS Cup III tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet pelajar agar memiliki pengalaman bertanding sebelum memasuki jenjang senior.
“Ini menjadi satu ajang untuk membina generasi muda menjadi bibit-bibit atlet ke generasi senior,” tuturnya pada Warta Artik.id Sabtu(29/08).
Menurut Legislator Pusat yang akrab disapa BHS itu, atlet yang mampu menunjukkan prestasi di BHS Cup III diharapkan dapat menjadi bagian dari proses regenerasi Tarung Derajat di tingkat nasional.
Pengalaman bertanding sejak kategori pelajar, lanjutnya, menjadi modal penting bagi atlet untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Tak hanya tingkat nasional, Bambang juga berharap atlet-atlet potensial hasil pembinaan tersebut dapat berkembang hingga ke level internasional, termasuk mengikuti kejuaraan kawasan ASEAN maupun SEA Games.
Karena itu, KODRAT Jawa Timur mendorong agar pembinaan Tarung Derajat dilakukan sejak usia sekolah. Salah satu langkah yang didorong adalah menjadikan Tarung Derajat sebagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA.
“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah SD, SMP, SMA,” ujarnya.
Bambang menilai pengembangan Tarung Derajat di lingkungan sekolah relatif memungkinkan karena olahraga tersebut memiliki karakteristik sebagai cabang olahraga yang berada dalam satu perguruan.
Di Jawa Timur, KODRAT saat ini telah memiliki jaringan pembinaan di 24 kabupaten/kota. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk membangun kerja sama antara sekolah dengan pelatih maupun pengurus KODRAT di masing-masing daerah.
Baca juga: Budi Leksono Dorong DPMPTSP Surabaya Gencarkan Sosialisasi KBLI 2025
Dengan demikian, para siswa dapat memperoleh pembinaan olahraga secara lebih terarah sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan bakat dan kemampuan mereka.
Selain membantu membentuk kedisiplinan dan menjaga kebugaran, Bambang menyebut prestasi olahraga juga dapat membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
"BHS Cup III 2026 sendiri mempertandingkan 21 nomor yang memperebutkan medali emas. banyaknya nomor pertandingan memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mencatatkan prestasi di bidang olahraga,"ungkapnya.
Sementara itu, Sang Guru Tarung Derajat, Rimba Dirgantara, mengapresiasi pelaksanaan BHS Cup III 2026 di Surabaya.
kejuaraan nasional Tarung Derajat kategori pelajar tersebut memiliki arti penting karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Jawa Barat.
“Ini baru kali ini diadakan kejuaraan tingkat nasional di luar Provinsi Jawa Barat. Jawa Timur mempelopori kejuaraan nasional tingkat pelajar ini,” kata Rimba.
Baca juga: Yuga Pratisabda Soroti RHU Usai Dugaan Pengemudi Mabuk Telan Korban di Surabaya
Ia juga mengapresiasi KODRAT Jawa Timur, khususnya Bambang Haryo Soekartono, yang dinilai konsisten melanjutkan penyelenggaraan BHS Cup.
Rimba berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan edisi ketiga, tetapi dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai wadah pencarian dan pembinaan atlet muda.
“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru khususnya untuk ke tingkatan nasional nanti,” ujarnya.
Mengenai persiapan menuju PON, Rimba menyebut proses persiapan sejauh ini telah mencapai sekitar 80 persen. Tahapan berikutnya diarahkan pada pematangan nomor-nomor yang akan dipertandingkan.
Ia menjelaskan, kategori dalam BHS Cup III memang berfokus pada atlet pelajar, sementara PON mempertandingkan kategori senior. Meski demikian, terdapat sejumlah nomor yang dapat menjadi ruang bagi atlet junior untuk memperoleh pengalaman bertanding, khususnya pada nomor seni gerak.
“Selain ada nomor tarung, di sini juga ada nomor seni geraknya. Beberapa nomor seni gerak bisa diikuti tingkat junior,” pungkasnya.(rda)
Editor : rudi