Miles Wang Tinggalkan Open AI, Garap Startup AI Medis dengan Modal Ventura 200 Juta Dolar

Reporter : Fudai
Miles Wang Tinggalkan Open AI, foto direkayasa menggunakan Artificial Intelligence

SURABAYA - Peneliti OpenAI, Miles Wang, dikabarkan mengundurkan diri dari perusahaan pembuat ChatGPT tersebut untuk mendirikan sebuah perusahaan rintisan baru. Wang berencana membangun startup AI penemu obat baru yang fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan dalam mempercepat inovasi di sektor medis dan biologi.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi Wang yang sebelumnya memimpin riset pemanfaatan kecerdasan buatan untuk akselerasi penemuan ilmiah di OpenAI. Menurut sejumlah sumber, beberapa peneliti dari OpenAI diperkirakan akan menyusul langkahnya untuk bergabung dalam entitas baru tersebut.

"Wang tengah berada dalam tahap negosiasi untuk menghimpun pendanaan awal sekitar 200 juta dolar AS dengan estimasi valuasi perusahaan mencapai 2 miliar dolar AS," ujar salah satu sumber terdekat yang mengetahui rencana tersebut, dikutip dari TechCrunch, Rabu (15/7/2026) 

Putaran pendanaan awal ini kabarnya sedang dijajaki bersama modal ventura terkemuka, Lightspeed, sebagai pemimpin investasi. Meski demikian, seluruh proses negosiasi dilaporkan masih bersifat dinamis dan detail kesepakatan akhir masih berpotensi mengalami perubahan.

Terkait kabar yang beredar, Wang sempat menyanggah rincian nominal pendanaan serta deskripsi operasional perusahaan yang dipublikasikan tersebut. Kendati demikian, ia enggan memberikan rincian angka maupun data korektif yang dinilainya lebih akurat, sementara pihak Lightspeed memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi.

Minat besar para investor terhadap startup AI penemu obat baru merefleksikan tren masif integrasi kecerdasan buatan di industri ilmu hayati (life sciences). Sebagai contoh, Chai Discovery baru saja mengamankan dana segar 400 juta dolar AS dengan valuasi 3,8 miliar dolar AS, disusul keberhasilan Isomorphic Labs milik Google DeepMind mengantongi pendanaan Seri B senilai 2,1 miliar dolar AS pada Mei lalu.

Perusahaan rintisan milik Wang ini diproyeksikan berfokus pada pengembangan model kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi fungsi baru dari obat-obatan yang sudah beredar di pasar. Metode ini dinilai jauh lebih efisien dalam menghasilkan pendapatan dibandingkan merancang formula obat dari nol karena aspek keamanannya telah teruji klinis dan mengantongi izin otoritas kesehatan (FDA).

Sebagai informasi, Wang memulai kariernya di OpenAI pada tahun 2024 setelah memutuskan keluar (drop out) dari Universitas Harvard saat menempuh studi sarjana ilmu komputer. Rekam jejaknya di OpenAI mencakup kontribusi aktif sebagai penulis pendamping dalam berbagai jurnal riset mengenai otomatisasi penemuan sains berbasis AI.

Langkah berani ilmuwan muda ini sekaligus mengonfirmasi tren kembalinya kepercayaan para investor global untuk mendanai para pendiri muda berbakat sekalipun belum menuntaskan pendidikan formal mereka di perguruan tinggi. Kini, tantangan besar menanti industri kesehatan global untuk melihat bagaimana startup AI penemu obat baru besutan Wang ini mampu merevolusi metode pengobatan masa depan. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru