Prakiraan Cuaca Surabaya 5 Juli 2026: BMKG Beri Catatan Khusus untuk Wilayah Ini

Reporter : Fudai
Kota Pahlawan besok akan didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.

SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca khusus untuk Kota Surabaya pada hari Minggu, 5 Juli 2026. Secara umum, wilayah Kota Pahlawan akan didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, namun ada potensi hujan lokal berdurasi singkat.

Bagi warga yang ingin menghabiskan waktu libur akhir pekan, berikut adalah rincian dinamika cuaca di Surabaya sepanjang hari:

Pagi Hari (06.00 - 12.00 WIB)
Langit Surabaya diprakirakan cerah berawan sejak pagi hari. Kondisi udara yang bersahabat ini sangat mendukung untuk aktivitas luar ruangan, seperti olahraga pagi atau menikmati Car Free Day (CFD).

Siang hingga Sore Hari (12.00 - 17.00 WIB)
Memasuki siang hari, terjadi peningkatan pertumbuhan awan konvektif lokal di langit Surabaya yang membuat mayoritas wilayah berubah menjadi berawan tebal.

BMKG Juanda memberikan catatan khusus untuk kawasan Surabaya Timur, seperti Rungkut dan sekitarnya. Wilayah ini berpotensi diguyur hujan lokal dengan intensitas ringan pada siang menjelang sore hari.

Malam Hari (18.00 - 23.00 WIB)
Kondisi cuaca berangsur membaik pada malam hari. Langit kembali cerah berawan karena awan hujan lokal diprediksi sudah luruh sepenuhnya.

Suhu Udara dan Angin di Surabaya
Suhu udara di Surabaya besok berada di kisaran 24°C hingga 33°C. Suhu terendah dirasakan pada dini hari, sementara kondisi terik maksimal terjadi pada tengah hari.

Kelembapan udara yang berkisar antara 50% hingga 88% akan membuat udara terasa sedikit gerah (sumuk) di siang hari, tepat sebelum awan mendung menebal. Sementara itu, angin bertiup normal dari Timur Laut ke Tenggara dengan kecepatan 5 hingga 25 km/jam, tanpa ada indikasi cuaca ekstrem.

Warga di kawasan Surabaya Timur disarankan tetap membawa payung atau jas hujan sebagai antisipasi sediaan payung sebelum hujan selepas tengah hari.

Kondisi Cuaca Jawa Timur: Masuk Tren Kering
Berbeda dengan Surabaya yang memiliki potensi hujan lokal, data Fact Sheet BMKG Juli 2026 menunjukkan wilayah Jawa Timur secara umum cenderung cerah berawan hingga kering. Potensi hujan di tingkat provinsi berada pada kriteria sangat rendah.

Analisis meteorologi menunjukkan tidak ada stasiun cuaca di Jatim yang mencatat curah hujan di atas 20.0 mm/hari dalam 24 jam terakhir. Citra satelit juga mengonfirmasi nihilnya aktivitas awan konvektif yang signifikan di langit Jawa Timur.

Secara global, indeks NINO 3.4 berada pada angka +1.24 (El Nino Condition). Fenomena ini secara nyata menekan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia. Jawa Timur juga terpantau bebas dari gelombang ekuator maupun daerah perlambatan angin (konvergensi).

Meskipun suhu muka laut di sekitar Selat Madura dan Laut Jawa menghangat, uap air yang dihasilkan tidak mampu matang menjadi awan hujan lebat karena labilitas lokal di Jatim tergolong lemah.

Waspada Debu Vulkanik Gunung Semeru
BMKG juga mengeluarkan peringatan khusus berdasarkan pantauan Satelit Himawari. Sebaran debu vulkanik dari Gunung Semeru terdeteksi bergerak ke arah Tenggara hingga Selatan.

Bagi masyarakat yang berada di jalur lintasan angin tersebut, diimbau untuk waspada terhadap potensi adanya hujan abu tipis dan disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Dalam tiga hari ke depan (periode Dasarian I Juli 2026), cuaca di Jawa Timur akan terus didominasi oleh kondisi terik, berawan, dan berangin kencang yang menjadi ciri khas puncak musim kemarau. (red)

Editor : Fudai

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru