Sambut Presiden Jerman di Istana, Prabowo Ungkap Alasan Negeri Ini Istimewa bagi Indonesia

Reporter : fuday
Prabowo Subianto dan Frank Walter Steinmeier. FOTO Kementerian Sekretariat Negara RI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Jerman sebagai mitra strategis Indonesia saat menjamu Presiden Frank-Walter Steinmeier di Istana Negara. Hubungan kedua negara disebut telah memberi manfaat nyata selama 74 tahun.

SURABAYA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi penting Jerman sebagai salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa saat menjamu Presiden Republik Federal Jerman Frank Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender dalam santap siang kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Heboh Aturan Ekspor Baru Prabowo, Eksportir Sawit dan Batu Bara Bingung Siapa yang Bayar Mereka

Jamuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ke Indonesia sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman yang selama 74 tahun telah memberikan manfaat nyata bagi kedua negara. Menurutnya, Jerman merupakan salah satu mitra terpenting Indonesia di kawasan Eropa.

"Saya menghargai perbincangan yang hangat, terbuka, dan produktif yang telah kita lakukan hari ini. Selama 74 tahun, hubungan diplomatik kita telah memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara dan menjadikan Jerman sebagai salah satu mitra penting Indonesia di Eropa," ujar Prabowo.

Presiden Prabowo menilai Jerman selama ini menjadi sumber inspirasi bagi Indonesia, terutama dalam bidang inovasi, kemajuan teknologi, disiplin, serta penghormatan terhadap aturan dan institusi.

Ia menyoroti banyaknya warga Indonesia yang menempuh pendidikan maupun pelatihan di Jerman. Pengalaman tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Prabowo juga mengingatkan bahwa Presiden ketiga Republik Indonesia memiliki rekam jejak pendidikan dan pengalaman bekerja di Jerman. Hal itu menunjukkan eratnya hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan dan pengembangan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo turut membagikan pengalaman pribadinya saat mengikuti pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Pengalaman tersebut, menurutnya, memberikan gambaran langsung mengenai kekuatan dan keunggulan yang dimiliki negara tersebut.

Baca juga: Kebijakan Prabowo Picu Kekhawatiran Arus Keluar Dana Orang Kaya Indonesia ke Luar Negeri

"Saya sendiri pernah menjalani pelatihan di Jerman pada tahun 1981. Karena itu, saya memahami bagaimana negara ini menjadi inspirasi dalam berbagai bidang," katanya.

Prabowo berharap kunjungan Presiden Steinmeier dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor, terutama di tengah dinamika dan ketidakpastian global yang saat ini dihadapi banyak negara.

Selain itu, Kepala Negara menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman tidak hanya dimulai sejak pembukaan hubungan diplomatik resmi. Menurutnya, akar hubungan kedua negara telah terbentuk jauh sebelum Indonesia meraih kemerdekaan.

Ia menyebut kalangan akademisi dan ilmuwan Jerman memiliki peran penting dalam memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional sejak masa kolonial.

Baca juga: Aksi Damai Tolak UU TNI, Warga Dirikan Tenda di Depan Gedung DPR Namun Dibubarkan Paksa

"Oleh karena itu, meskipun kedua negara akan segera merayakan 75 tahun hubungan diplomatik, akar hubungan kita sesungguhnya telah terjalin jauh sebelum Indonesia merdeka," ungkapnya.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presiden Steinmeier beserta Ibu Elke Büdenbender ke Indonesia. Ia juga berharap hubungan persahabatan dan kerja sama kedua negara terus berkembang serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia dan Jerman di masa depan.

"Saya berharap Presiden Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender senantiasa sehat dan sukses. Semoga rakyat Indonesia dan Jerman terus hidup sejahtera dalam persahabatan yang semakin erat," tutup Prabowo. (red)

 

Editor : fuday

Peristiwa
5 Berita Teratas Pekan Ini
Berita Terbaru