SURABAYA – Bank Indonesia (BI) bergerak cepat menenangkan pelaku pasar global setelah mengambil langkah mengejutkan dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
Keputusan yang diumumkan di luar jadwal rapat kebijakan moneter itu langsung dikomunikasikan kepada investor dari Eropa, Amerika Serikat dan Asia.
Baca juga: BI dan China Sepakat Perkuat Rupiah-Yuan, Bank Mandiri Masuk Sistem Pembayaran China
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, Rabu (10/6/2026), mengungkapkan bahwa otoritas moneter telah menggelar serangkaian pertemuan dengan investor internasional, guna menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Menurut Destry, sesi komunikasi pertama berlangsung pada Selasa malam bersama investor dari kawasan Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, sesi kedua digelar pada Rabu dengan melibatkan investor Asia serta pelaku pasar domestik.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memaparkan berbagai pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan kenaikan suku bunga di luar jadwal reguler.
Baca juga: KRIS Terancam Gagal Menjadi Hub Pembayaran Internasional, Indonesia Kecolongan Proyek Nexus
Kebijakan tersebut ditempuh sebagai respons terhadap tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelum kebijakan diumumkan, rupiah sempat terpuruk hingga menyentuh rekor terendah baru di level Rp18.190 per dolar Amerika Serikat pada Senin. Pelemahan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas mata uang nasional.
Namun, respons pasar terlihat positif setelah Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga. Rupiah langsung menguat pada perdagangan Selasa dan melanjutkan tren penguatannya pada Rabu pagi hingga bergerak di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Baca juga: Bank Indonesia Cabut 4 Uang Kertas Lama dari Peredaran, Segera Tukarkan Sebelum 30 April 2025
Kebijakan moneter yang lebih agresif ini menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah meningkatnya tekanan eksternal dan ketidakpastian pasar keuangan global.
Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan bank sentral dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (red)
Editor : fuday