SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Agus Mashuri, menampung berbagai aspirasi warga saat menggelar kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat (reses) di wilayah RT 05 RW 01, Kecamatan Pakal.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan dua usulan prioritas yang dinilai mendesak untuk direalisasikan, yakni pengadaan paving jalan dan peningkatan penerangan jalan umum (PJU) yang saat ini masih minim di lingkungan mereka.
Baca juga: Reses Aning Dibanjiri Keluhan Soal Desil DTSEN, Akses Bansos, BPJS dan Pendidikan Warga Terancam
Warga berharap kedua program tersebut dapat diwujudkan secara bertahap melalui anggaran pembangunan yang dialokasikan setiap tahun.
Salah satu warga setempat, Muhammad Tohir, mengaku optimistis aspirasi masyarakat akan diperjuangkan oleh wakil rakyat yang berasal dari wilayah mereka sendiri.
"Wong onok seng cedek kok milih seng adoh," ujar Muhammad Tohir, yang disambut tepuk tangan warga lainnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Agus Mashuri menjelaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dicatat sebagai pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan bersama Pemerintah Kota Surabaya.
"Usulan yang masuk dalam reses ini akan menjadi pokok pikiran dewan. Setidaknya kami akan terus berusaha memperjuangkannya hingga berhasil dan bisa direalisasikan," tuturnya.
Tak hanya menampung aspirasi, Cak Huri sapaan akrabnya juga menunjukkan kepeduliannya dengan merogoh kocek pribadi untuk membantu kebutuhan warga. ia menyerahkan satu unit pengeras suara yang dibeli menggunakan dana pribadinya agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Baca juga: Forwan Surabaya Bagikan 500 Paket Daging Kurban untuk Loper Koran dan Penyapu Jalan
Politisi Muda PPP Surabaya itu juga menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai wakil rakyat yang terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang apa pun.
"Saya adalah milik warga Pakal khususnya dan masyarakat Kota Surabaya pada umumnya. Tidak ada sekat antara warga dan wakil rakyatnya. Saya tidak membedakan siapa pun, dari mana asalnya. Amanah sebagai wakil rakyat adalah memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat," tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaannya di DPRD Surabaya, merupakan amanah dari masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan dengan kerja nyata, bukan sekadar hadir saat momentum politik. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus turun ke lapangan, mendengar langsung persoalan warga, serta memperjuangkan setiap aspirasi yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Cak Huri juga memastikan tidak akan pernah membedakan warga berdasarkan latar belakang, pilihan politik, organisasi, maupun kelompok tertentu. Baginya, seluruh warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian dan pelayanan dari wakil rakyat.
Baca juga: Adela Kanasya Adies dan Golkar Surabaya Perkuat Solidaritas Lewat Kurban Idul adha
"Ketika sudah dipercaya menjadi anggota dewan, yang saya wakili adalah seluruh masyarakat. Tidak ada perbedaan, tidak ada pilih kasih. Semua warga berhak menyampaikan aspirasi dan mendapatkan perjuangan yang sama. Wakil rakyat harus menjadi jembatan, bukan justru membangun tembok yang menjauhkan diri dari masyarakat," ungkapnya.
Komitmen tersebut, lanjut Agus Mashuri, menjadi prinsip yang selalu dipegang dalam menjalankan tugas sebagai legislator. Ia ingin masyarakat bisa berkomunikasi secara langsung tanpa rasa sungkan, sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat segera diketahui dan diperjuangkan melalui jalur yang tepat.(rda)
Editor : rudi